Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Tol Cipularang Arah Jakarta Macet Sepanjang 9 Kilometer

Senin 02 Sep 2019 22:03 WIB

Red: Bayu Hermawan

Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).

Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).

Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Panjang kemacetan hingga kilometer 98 dan 99

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Arus lalu lintas di Jalan Tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta mengalami kemacetan sepanjang 8 hingga 9 kilometer, selama proses evakuasi kecelakaan maut di KM 91 Tol Cipularang, Senin (2/9). Dari pantauan, panjang kemacetan hingga kilometer 98 dan 99.

Para pengendara dari arah Bandung menuju Jakarta hanya bisa mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan 0-20 kilometer per jam. Sejak memasuki kilometer 99, arus lalu lintas sudah tersendat. Kendaraan hanya bisa dipacu dengan kecepatan 0-20 kilometer per jam dan seringkali terhenti.

"Sudah hampir lebih dari dua jam terjebak macet ini," kata Edo, seorang pengemudi dari Majalengka yang akan ke Banten.

Ia mengaku sudah terjebak macet sejak Senin sore sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga malam ini sekitar pukul 21.00 WIB masih terjebak macet di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta antara Kilometer 99-91.

Selepas Kilometer 91, arus lalu lintas arah Jakarta kembali normal dan pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, sebanyak 21 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang pada Senin siang.

Delapan orang dikabarkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat peristiwa itu. Saat ini pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan atas terjadinya kecelakaan beruntun tersebut.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA