Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

BBKSDA Pantau Gajah yang Keluar Habitat

Selasa 03 Sep 2019 07:20 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Seekor Gajah Sumatra (elephas maximus sumatranus) jinak berdiam di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Selasa (13/8/2019).

Seekor Gajah Sumatra (elephas maximus sumatranus) jinak berdiam di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Selasa (13/8/2019).

Foto: Antara/FB Anggoro
Habitat gajah di Taman Nasional Tesso Nilo mengalami kebakaran.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau memantau pergerakan gajah-gajah sumatera liar yang berkeliaran di kebun warga. Kebakaran melanda habitat gajah di Taman Nasional Tesso Nilo.

Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Andi Hansen Siregar ngatakan balai bekerja sama dengan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo(TNTN) memantau pergerakan gajah yang masuk ke Desa Bongkal Malang di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Berdasarkan informasi dari masyarakat, menurut dia, ada dua gajah sumatera yang berkeliaran di kebun warga di daerah itu.

Baca Juga

Hasil identifikasi awal menunjukkan satu dari dua gajah itu jantan dan sudah dewasa. Anggota mamalia besar dalam famili Elephantidae itu dikabarkan merusak kebun kelapa sawit warga. "Tanda-tanda sekunder yang ditemukan antara lain jejak dan kotorannya, diperkirakan sudah ada sejak dua hari yang lalu," ujar Hansen.

Menurut laporan terakhir tim pemantau, dua satwa dilindungi tersebut tidak lagi terlihat di sekitar Desa Bongkal Malang pada Senin (2/9).

"Sesuai dari pemantauan tim kami yang bekerja sama dengan Yayasan TNTN, sementara gajah liar sudah tidak ditemukan lagi keberadaannya di Desa Bongkal Malang. Namun, kami masih melakukan penyisiran dilokasi tersebut untuk benar-benar memastikan bahwa kelompok gajah liar tersebut benar-benar sudah kembali ke habitatnya," katanya.

Selain di Bongkal Malang, kawanan yang terdiri atas tiga gajah didapati berkeliaran di wilayah Kecamatan Cirenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Tim BBKSDA sudah menindaklanjuti laporan dari warga tersebut dengan memeriksa lokasi. Namun tim baru bisa menemukan dua gajah di sana.

Hansen menduga gajah-gajah yang kini berkeliaran di kebun warga merupakan bagian dari satu kawanan. Satwa-satwa itu, menurut dia, kemungkinan keluar dari habitat dan berkeliaran di perkebunan warga untuk mencari makan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tempat hidup mereka.

Pada pertengahan Juni 2019, gajah liar dari TNTN juga keluar dari habitatdan berkeliaran di kebun warga di Kecamatan Peranap dan Kelayang, IndragiriHulu. Tim BBKSDA Riau dengan bantuan WWF saat itu langsung menggiring gajah-gajah itu masuk lagi ke habitatnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA