Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Cambridge University Press Beri Bimbingan di UMP

Selasa 03 Sep 2019 16:43 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Foto: UMP
CUP merupakan lembaga penerbitan tertua di dunia setelah Oxford University Press.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Narasumber Cambridge University Press (CUP) memberikan penjelasan dan bimbingan pada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMP) untuk bisa mengakses jurnal ilmiah yang diterbitkan lembaga tersebut.

''Kami sengaja  mengundang narasumber Cambridge University Press untuk memberikan pelatihan kepada para mahasiswa dan dosen agar lebih mudah mencari informasi ilmiah di Cambridge Core,'' jelas Kepala Perpustakaan UMP Purwati, Selasa (3/9).

Baca Juga

Dia menyebutkan, CUP merupakan lembaga penerbitan tertua di dunia setelah Oxford University Press. Melalui kegiatan itu, dia berharap seluruh civitas akademika UMP tidak lagi mengalami kesulitan untuk mengakses jurnal-jurnal ilmiah yang di CUP.

''Kegiatan ini juga merupakan langkah tindak lanjut mengenai SK Rektor UMP yang mewajibkan mahasiswa UMP mencantumkan artikel internasional pada tugas akhir,'' jelasnya.

Perwakilan University of Cambridge Press Jona Geovani, dalam kesempatan itu menyebutkan University of Cambridge Press berdiri pada abad 16 sehingga merupakan penerbit tertua di dunia. ''Cambridge Press berdiri tahun 1534. Awalnya, CUP hanya menerbitkan buku-buku khusus untuk internal perguruan tinggi. Namun saat ini telah berkembang menjadi perusahaan global seperti saat ini,'' katanya.

Lebih lanjut Jona mengungkapkan, yang diterbitkan oleh University of Cambridge Press antara lain berupa jurnal di bidang humanitis, sains, sosial sains, teknologi dan medicine. ''Pada dasarnya kita mengcover seluruh subject di bidang learning. Kita University of Cambridge Press bukan perusahaan komersial,'' jelasnya. 

Saat ini, kata Jona, University of Cambridge Press telah memiliki 390 jurnal yang rutin diterbitkan. Namun tahun depan, direncanakan akan ada 405 jurnal yang diterbitkan. ''Setiap tahun, kita ada tambahan jurnal baru. Untuk buku sendiri kita menerbitkan sekitar 1.700 buku yang penulisnya berasal dari seluruh dunia,'' jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA