Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Soal Papua, Fadli Zon Nilai Kapolri Menambah Kebingungan

Selasa 03 Sep 2019 19:00 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan keynote speech pada seminar di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan keynote speech pada seminar di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Foto: Republika/Prayogi
Pemerintah harus segera mengatasi tudingan soal keterlibatan asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon merespons pernyataan Kapolri Tito Karnavian terkait dugaan adanya keterlibatan pihak asing dalam peristiwa kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Fadli mengungkapkan seharusnya Kapolri tidak mengeluarkan pernyataan seperti seorang pengamat.

Baca Juga

"Ya menurut saya pernyataan-pernyataan itu kan justru menambah kebingungan, pemerintahan sebagai pengamat politik atau eksekutor," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, seharusnya pemerintah menyerap aspirasi. Jika ada indikasi keterlibatan pihak asing, maka pemerintah harus mengatasi bukan justru membuat pernyataan ke publik. Ia pun meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memulihkan keadaan. 

"Saya tidak melihat pemulihan itu maksimal karena kerusuhan masih terjadi di berbagai tempat," ujarnya.

Sebelumnya, Tito Karnavian menuding kelompok masyarakat yang berlaku anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri. Oleh karena itu, Polri berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut.

"Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Tito di Jakarta, Ahad (1/9).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA