Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Istana Bantah Cina Ikut Bangun Ibu Kota Baru

Selasa 03 Sep 2019 19:27 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Moeldoko

Moeldoko

Foto: Reuters/Beawiharta
Pemerintah tidak akan bergantung kepada Cina baik dalam hal pendanaan dan kajian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istana Kepresidenan membantah kabar yang menyebutkan Cina akan ikut berinvestasi dan membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Pemerintah pusat sudah melakukan kajian mendalam dan memiliki skema pembiayaan yang akan dilakukan dalam membangun ibu kota baru.

Baca Juga

Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan hal itu berarti pemerintah tidak akan bergantung kepada Cina baik dalam hal pendanaan dan kajian pembangunan. "Kita kan punya prosedur, prosuder yang kita milikin dong. Masak, di luar prosuder gimana sih. Ini kan di luar prosedur, prosedur kita punya Bappenas. Jangan tendensius gitu," kata Moeldoko, Selasa (3/9). 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan keterbukaannya untuk menerima investor dari Cina yang akan ikut membangun ibu kota baru di Kaltim. Sejumlah infrastruktur baru memang dimungkinkan melibatkan kontraktor dari swasta. 

"Sebagai ilustrasi saja, kita akan membuat kereta dari Balikpapan menuju Kota Baru dan menuju Samarinda. Kalau ini KPBU, dan siapapun itu, termasuk Cina, kami 'welcome'," katanya.

Bukan hanya Cina, Menhub menegaskan semua pihak terbuka untuk bekerja sama menggarap infrastruktur transportasi di ibu kota baru. "Yang penting kan kita punya konsep, dia boleh memberikan usulan nanti. Tidak harus Cina. Siapa pun bisa, termasuk dalam negeri juga bisa," katanya.

Hanya, dia berharap, pembangunan infrastruktur transportasi yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesedikit mungkin. Satu hal yang pasti, Budi mengatakan, konsep transportasi di ibu kota baru direncanakan secara menyeluruh, termasuk menghubungkan antarperkantoran.

"Katakanlah satu ide membuat AGT (automated guided transit) dihubungkan antarkantor ke istana sehingga kalau kita rapat enggak perlu bawa mobil sendiri," katanya.

Nantinya, kata dia, ada kereta yang akan melayani secara terus-menerus dan menghubungkan akses antarperkantoran. "Yang lain, dengan kendaraan-kendaraan listrik. Kami akan finalkan minggu ini. Kami akan lapor kepada Presiden mengenai konsep transportasi ibu kota baru di Kaltim," kata Budi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA