Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

KPK OTT Terkait Distribusi Gula di Jakarta

Selasa 03 Sep 2019 21:39 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
KPK setidaknya menyita sejumlah uang sekitar 35 ribu dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama dua hari berturut-turut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  terus melakukan penindakan. Setelah pada Senin (2/9) tim Satgas KPK melakukan tangkap tangan di Palembang dan Muara Enim, Sumatra Selatan. Pada Selasa (3/9) tim melakukan operasi senyap di Jakarta. 

Baca Juga

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan operasi tangkap tangan di Jakarta terkait dengan distribusi gula yang menjadi kewenangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diduga perusahaan itu bergerak di bidang perkebunan.

Namun, KPK belum merinci siapa saja pejabat dan pihak-pihak yang diamankan dalam operasi senyap yang digelar pada hari ini. "OTT dilakukan di Jakarta terkait dengan distribusi gula yang menjadi kewenangan salah satu BUMN perkebunan," kata Febri, Selasa (3/9).

Lembaga antirasuah rencananya bakal menggelar konferensi pers terkait dua tangkap tangan yang dilakukan pada dua hari ini. Dua tangkap tangan itu diduga tidak terkait satu sama lain.

"Malam ini KPK akan mengumumkan hasil dari dua OTT yang secara paralel dilakukan di Sumsel dan Jakarta. Kegiatan untuk perkara pertama dilakukan di Palembang dan Muara Enim yang diduga terkait dengan sejumlah proyek jalan di Sumsel. Sedangkan untuk perkara kedua terkait dengan distribusi gula," ujar Febri.

Dalam tangkap tangan di Sumatera Selatan, sebanyak empat orang diamankan. Mereka yang diamankan adalah Bupati Muara Enim H Ahmad Yani, pejabat di Dinas PU Bina Marga dan seorang pengusaha. 

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan, selain mengamankan sejumlah pihak, tim satgas KPK juga menyita sejumlah uang sekitar 35 ribu dollar AS. Diduga, terdapat transaksi antara pihak pejabat Pemkab dan swasta terkait proyek pembangunan di sana. 

"Kami duga uang tersebut terkait proyek Dinas PU setempat," kata Basaria dalam pesan singkatnya, Selasa (3/9).

Dalam operasi senyap tersebut,  tim satgas juga menyegel sejumlah ruangan. Salah satunya kantor Bupati Kabupaten Muara Enim yang berlokasi di gedung Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muara Enim. 

"Ada sejumlah ruangan yang disegel di Sumsel. Kami ingatkan agar pihak-pihak di lokasi tersebut tidak merusak atau memasukin zona tersebut," tutur Basaria.

Saat ini, pihak yang diamankan dalam proses pemeriksaan intensif di Gedung KPK. Sesuai hukum acara KPK, memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status yang diamankan.  "Rencana hari ini akan disampaikan informasi lebih rinci melalui konferensi pers di KPK," ujar Basaria.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA