Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Saut Ibaratkan Komisioner KPK Sebagai Kucing Berintegritas

Rabu 04 Sep 2019 12:21 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai menyampaikan keterangan pers penetapan tersangka baru di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai menyampaikan keterangan pers penetapan tersangka baru di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8).

Foto: Republika/Prayogi
Saut menilai siapa pun pimpinan KPK akan diminta integritasnya,

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan siapapun yang akan menjadi calon pimpinan (capim) harus berintegritas. Hal tersebut ia katakan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut menyetujui 10 nama capim KPK.

Baca Juga

Saut pun mengumpamakan seseorang yang bergabung dengan lembaga antirasuah itu sebagai kucing. Sementara, pelaku korupsi ia anggap sebagai tikus.

"Mau tidak mau, nanti apapun bentuk barangnya, saya bilang kemarin kucing putih, kucing merah, kucing hitam, nanti masuk KPK pasti dia akan jadi kucing yang terintegritas," kata Saut di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (4/9).

Saut pun menegaskan, saat 10 capim tersebut masuk ke KPK, maka tidak akan jauh berbeda dengan pimpinan sebelumnya. Sebab, kata Saut, integrasinya akan diminta saat masuk ke KPK.

"Kalau dia mencoba melakukan sesuatu pasti akan ada challenge, akan ada tantangan. Jangan lupa wadah pegawai KPK itu dijamin UU, kemudian juga ada peraturan pemerintah yang mengatur itu," lanjut Saut.

Ia pun menyerahkan pemilihan capim kepada DPR nantinya. Sebab, DPR yang akan menentukan siapa yang lolos menjadi pimpinan KPK. 

Saat ini, proses pemilihan calon sendiri terus berlanjut. Bahkan, KPK sudah tidak dapat lagi ikut campur dalam hal tersebut.

"Apapun yang mereka katakan dalam rangka mencari pemimpin yang seperti apa, prosesnya sudah jalan, pansel sudah jalan. Kita tinggal menunggu siapa yang akan datang ke KPK," ujarnya.

Walaupun begitu, ia tetap meminta masyarakat untuk memberi masukan kepada DPR. Sehingga, DPR dapat memilih pimpinan KPK yang berintegritas.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA