Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Anies Minta Pelindo Bersihkan Sampah di Kampung Bengek

Rabu 04 Sep 2019 17:54 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ratna Puspita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Jika Pelindo tidak membersihkan maka Pemprov DKI bersedia mengangkut sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wilayah Kampung Bengek di Penjaringan, Jakarta Utara, yang dipenuhi sampah berserakan menjadi sorotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies meminta PT Pelindo II sebagai pihak yang memiliki lahan untuk membersihkan tumpukan sampah yang sudah mengganggu masyarakat itu.

Baca Juga

Anies meminta PT Pelindo II segera membersihkan sampah dari lahan di Kampung Bengek tersebut. Pemprov DKI melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta juga telah berbicara dengan Pelindo II soal hal ini.

Namun, ia mengatakan, beberapa petugas DLH mengaku dihalangi untuk masuk ke lokasi. nies menjelaskan petugas DLH memang sempat membersihkan sampah tersebut pada akhir pekan lalu.

Namun sejak Senin (2/9), petugas DLH DKI dilarang masuk. "Hari Sabtu dan Minggu mereka bisa bekerja, tetapi kemarin saat mereka mau bekerja tidak bisa lagi bekerja. Jadi kita akan minta kepada mereka untuk bersihkan itu dan nanti kita akan bicara langsung supaya tempat itu dibersihkan," kata Anies kepada wartawan di Balaikota, Rabu (4/9).

Anies menegaskan Pemprov DKI tidak ingin ikut campur mengenai tumpukan sampah di wilayah milik Pelindo. Akan tetapi, ia meminta Pelindo III tanggung jawab soal sampah ini.

"Kalau anda (Pelindo III)J bisa bersihkan, kami akan periksa saja udah bersih belum. Tapi, kalau belum kami bersihkan gitu, kan baik kita," kata dia.

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi mengutarakan petugasnya kesulitan masuk ke area lahan milik Pelindo untuk melakukan pembersihan. "Selama ini, kami tidak diperkenan masuk ke aset dia (BUMN). Kami mencoba datang ke lokasi izin, baru kita bisa angkut sampah yang ada di dalam," kata Slamet.

Slamet menjelaskan ada rumah-rumah panggung berukuran tak besar dan saling berhimpitan berdiri di atas tanah aset milik PT Pelindo. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki penjagaan dari petugas keamanan dari perusahaan.

Setelah video tumpukan sampah ramai di tengah masyarakat, petugas penanganan prasaran dan sarana umum (PPSU) dari kelurahan dan kecamatan mulai dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan sampah. "Kami memang agak susah masuk ke dalamnya," kata dia.

General Manager Indonesia Port Corporation (IPC) atau Pelindo II Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa Reini Delfianti mengatakan wilayah Kampung Bengek, di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan lahan milik Pelindo II. Namun karena ada celah, warga masuk dan mulai mendirikan tempat tinggal dan membuang sampahnya sembarangan.

"Saat ini tercatat sekitar 180 KK (kepala keluarga) tinggal di sana. Jumlah ini berkurang dibandingkan waktu sebelumnya," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA