Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Empat Wakil Rektor Baru UMP Resmi Dilantik

Rabu 04 Sep 2019 18:36 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

 Rektor UMP Dr Anjar Nugroho melantik empat pejabat Wakil Rektor UMP periode 2019-2023 di aula AK Anshori Gedung Rektorat UMP, Rabu (4/9).

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho melantik empat pejabat Wakil Rektor UMP periode 2019-2023 di aula AK Anshori Gedung Rektorat UMP, Rabu (4/9).

Foto: Eko Widiyatno.
Para wakil rektor yang dilantik hari ini akan menjabat selama empat tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Jajaran civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, memiliki empat pejabat wakil rektor baru. Pelantikan keempat wakil rektor tersebut, dilakukan langsung oleh Rektor UMP Dr Anjar Nugroho, di aula AK Anshori Geduung Rektorat UMP, Rabu (4/9).

Keempat wakil rektor yang dilantik, terdiri dari Dr Jebul Suroso yang menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja-sama, Ikhsan Mujahid MSi yang menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Aset, Akhmad Darmawan MSi sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan, serta Dr Anwar Ma’ruf sebagai wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Sumber Daya Manusia.

''Para wakil rektor yang dilantik hari ini akan menjabat selama empat tahun, untuk periode 2019 hingga 2023,'' jelas rektor. Acara pelantikan dihadiri Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad, para pengurus persyarikatan Muhammadiyah di Banyumas dan Jateng, serta para pejabat daerah di Kabupaten Banyumas.

Rektor berharap empat wakilnya tersebut dapat bekerja dengan baik sesuai bidang tugas masing-masing, mengingat mereka akan menjadi penentu kemajuan UMP di masa yang akan datang. ''Kami berharap, para wakil rektor bisa bekerja sama dengan kami karena tantangan UMP ke depan semakin banyak,'' katanya.

Ia mengingatkan, pemimpin yang baik memiliki dua ciri utama. Pertama, tidak menyalahkan orang lain jika terjadi masalah dalam pekerjaa, dan yang kedua tidak mencari-cari alasan. ''Kedua hal itu, harus kita hindari untuk menjadi pemimpin,'' katanya.

Disebutkan, selama masa kepemimpinannya di UMP, ada beberapa target pencapaian yang telah ditetapkan. Antara lain, akreditasi perguruan tinggi UMP yang saat ini B, harus bisa meningkat menjadi B. Demikian juga dengan program studi, bila saat ini ada enam prodi yang terakreditasi A, diharapkan bisa meningkat dua kali lipatnya menjadi 12 prodi.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMP Prof H Baedhowi, mengungkapkan untuk dapat terus meningkatkan daya saingnya, UMP memang harus memiliki cita-cita yang tinggi. ''UMP harus belajar dari perguruan tinggi maju di luar negeri. Karena di era global ini, kita harus mengedepankan inovasi, kreatif dan berpikir kritis. Saya yakin tenaga-tenaga muda yang ada, akan  memiliki semangat yang tinggi sehingga mampu untuk memajukan UMP,'' jelasnya.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad menyampaikan  terima kasih pada mantan wakil rektor yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. ''Selamat juga kepada para wakil rektor yang baru,'' jelasnya.

Namun dia mengingatkan, jabatan wakil rektor di perguruan tinggi Muhammadiyah itu bukan jabatan empuk yang bergelimang fasilitas. ''Jabatan wakil rektor itu bukan jabatan yang enak. Apalagi jabatan rektor, tambah tidak enak. Pada para pejabat rektor dan wakil rektor di PTM, Majelis Dikti Litbang Muhammadiyah sudah bikin kontrak kinerja. Dan mereka harus mampu melaksanakan agar kualitas perguruan tingginya semakin baik,'' jelasnya.

Menurutnya menjadi pimpinan universitas harus memiliki jaringan untuk bisa sukses dan meraih akreditasi unggul. ''Para pimpinan baru harus membangun network, karena UM Purwokerto ini termasuk enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang digadang-gadang untuk meraih akreditasi unggul,'' katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA