Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Asap Karhutla Mulai Selimuti Kota Palembang

Kamis 05 Sep 2019 13:02 WIB

Red: Nora Azizah

Kabut asap karhutla / Ilustrasi

Kabut asap karhutla / Ilustrasi

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Kualitas udara menurun, dan jarak pandang memendek.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Kamis (5/9). Hal ini menyebabkan kualitas udara terpantau tidak sehat serta jarak pandang menjadi pendek dipagi hari. Kabut asap juga mengganggu pandangan mata hingga jarak 100 meter sehingga perahu yang melintas di Sungai Musi sehingga perlu berhati-hati.

"Perahu kami terpaksa melaju dengan kecepatan rendah karena jarak pandang di atas sungai hanya 50 meter," kata seorang pemiliki Perahu Ketek, Yusman.

Menurut dia, cuaca kabut asap pekat sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Aktivitas perahu di Sungai Musi pun diamatinya cenderung sepi saat udara kabur, dan akan kembali normal menjelang siang.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiaji mengatakan, kabut asap di Palembang tersebut berasal dari wilayah OKI. "Kebakaran lahan yang berpeluang mengirim asap ke Kota Palembang yakni Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran dan Mesuji di Kabupaten OKI," ujar Benny.

Fenomena kabut asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara. Hal tersebut disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar dari atmosfer.

Akibatnya suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23 derajat celcius yang tercatat di Bandara SMB II, namun setelah matahari terbit keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik.

"Akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya diakibatkan angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan kemungkinan mengganggu pernafasan," tambah Benny.

Kondisi tersebut akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG, tidak ada potensi hujan hingga tanggal 11 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan. Kepekatan kabut asap juga, kata dia, menyebabkan kualitas udara di Kota Palembang terpantau tidak sehat dengan nilai 105 sampai 196 µgram/m3 pada pukul 07.32 WIB, sedangkan jarak pandang terpendek mencapai 300 meter.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA