Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Maruf Amin Temui Pendeta dan Tokoh Asal Papua

Kamis 05 Sep 2019 13:39 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin menerima kunjungan sejumlah pendeta asal Papua, di kediamannya di Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).

Wakil presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin menerima kunjungan sejumlah pendeta asal Papua, di kediamannya di Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).

Foto: Republika/Ali Mansur
Maruf meminta tokoh agama ikut aktif dalam menyerukan perdamaian di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin menerima kunjungan sejumlah pendeta dan tokoh asal Papua, di Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/9). Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan kondisi di Papua dan Papua Barat yang dilanda kericuhan beberapa hari terakhir. 

Baca Juga

Dalam kesempatan itu Ma'ruf Amin meminta agar seluruh tokoh dan pemuka agama turut andil dalam menyelesaikan kasus yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

"Beliau (pemuka agama) menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang dialami di Papua beliau menginginkan agar peran tokoh-tokoh agama para agamawan itu mengambil peran dalam rangka menjaga keutuhan kembali di Papua," ujar Ma'ruf Amin di kediamannya, Kamis (5/9).

Ma'ruf Amin juga menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, dari Sabang sampai Merauke menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Kemudian ia menegaskan bahwa Papua dan Papua Barat adalah bagian dari NKRI.

Maka, kata Ma'ruf Amin, orang Papua, Jawa, Kalimantan dan lainnya adalah saudara sebangsa.  "Papua adalah kita. Seluruh rakyat Indonesia karena kita sebagai bangsa memang adalah merupakan satu kesatuan Indonesia," tegas ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Sebelumnya demonstrasi besar-besaran yang berujung pada kericuhan dan perusakan fasilitas pemerintahan terjadi di Papua dan Papua Barat. Demo tersebut sebagai respons atas pelecehan rasial yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya. Bahkan sejumlah wilayah Papua sempat lumpuh, akibatnya aktivitas warga terganggu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA