Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Redakan Konflik, Maruf Amin Ingin Kunjungi Papua

Kamis 05 Sep 2019 16:45 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Presiden terpilih Maruf Amin bersama Ketua Perwakilan Pendeta Papua Richard Tonjau memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (5/9).

Wakil Presiden terpilih Maruf Amin bersama Ketua Perwakilan Pendeta Papua Richard Tonjau memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (5/9).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kunjungan ke Papua sebagai upaya pendekatan dan penghormatan pada warga Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil presiden terpilih KH Ma'ruf Amin mengaku ingin berkunjung ke Papua untuk berupaya meredakan konflik yang terjadi akhir-akhir ini. Keinginan itu diutarakan saat Ma'ruf Amin menerima kunjungan sejumlah pendeta asal Papua di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga

Apalagi dia bersama Joko Widodo menang telak sebesar 91 persen di Papua pada Pilpres 2019 lalu. Jadi sudah sepantasnya jika dia bersama Joko Widodo memiliki tanggungjawab terhadap Papua. "Saya ingin berkunjung ke Papua dan kebetulan Papua ini mendukung Pak Jokowi dengan saya ini besar sekali, 91 persen. Mudah-mudahan bisa ke sana" ujar Ma'ruf, Kamis (5/9).

Ma'ruf Amin menjelaskan, kunjungannya ke Papua sebagai upaya bentuk pendekatan dan penghormatan terhadap masyarakat Papua. Menurutnya berbagai macam pendekatan, mulai dari menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama, juga bisa pendekatan kultural dan agama.  Seperti apa yang pernah dilakukan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

"Langkah-langkah melalui pendekatan budaya, pendekatan agama. Tokoh-tokoh agama ini sudah punya kesempatan untuk membangun keutuhan termasuk di Papua," tutur Ma'ruf Amin.

Selanjutnya, Ma'ruf Amin juga tidak ingin kericuhan dan konflik di Papua berlarut-larut. Sebab hal itu dapat merugikan semua masyarakat Papua, karena lumpuhnya aktivitas. Masyarakat Papua juga tidak ingin komunikasi dan transportasi di sana mandeg karena konflik yang berakibat ekonomi menjadi lesuh.

"Mereka ingin Papua menjadi daerah damai, wilayah damai. Damai disentuh harus ada pendekatan-pendekatan yang membuat ketenangan," kata Ma'ruf Amin

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA