Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Wali Kota: Tahun 2020, Bogor Steril dari Angkot

Jumat 06 Sep 2019 01:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Angkot di Bogor, Jawa Barat.

Angkot di Bogor, Jawa Barat.

Foto: Republika/Imas Damayanti
Wali Kota Bogor menargetkan kotanya steril dari angkot pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bogor sepertinya tak lama lagi akan menanggalkan predikat "Kota Angkot" yang telah lama disandangnya. Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto menyebutkan bahwa Kota Bogor akan steril dari angkutan kota (angkot) pada tahun 2022 seiring dengan berkurangnya jumlah angkot karena izinnya tidak diperpanjang.

"Akhir tahun ini ada 800 unit angkot yang tidak diperpanjang izinnya karena tidak laik jalan," ujar Bima Arya Sugiarto saat ditemui Antara di Balaikota Bogor, Kamis.

Menurut Bima, pengurangan tersebut akan menyisakan 1.600 unit angkot yang beroperasi di tahun 2020. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, jumlah angkot di Kota Bogor hingga akhir tahun lalu ada sebanyak 2.400 unit.

"Tahun 2022 angkot sudah hilang secara alamiah karena semakin lama akan berkurang, tapi kami kan harus pikirkan ke mana mereka (sopir) setelah itu, makanya ada konversi," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Bima menyebutkan bahwa program konversi tiga angkot menjadi satu bus tengah diramu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Opsi terbaru, ia akan mempersilakan badan hukum angkot yang mengonversi kendaraannya ke bus untuk berinvestasi pada moda transportasi yang juga akan dibangun Pemkot Bogor, yaitu trem.

"Ini yang sekarang kami lobi. Untuk masuk, untuk berinvestasi dengan badan hukum ini berbagi saham di sini. Modelnya seperti itu," tutur Bima

Hingga wacana pembuatan moda transportasi berbasis rel itu digulirkan, Bima belum memiliki gambaran pihak mana yang akan menjadi operatornya. Ia menyatakan, Pemkot Bogor sedang menjalin komunikasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melakukan kajian operasional Trem di Kota Bogor.

Ia mengatakan bahwa kajian itu juga akan dianggarkan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor serta BPTJ. Estimasi nilai anggarannya sekitar Rp 200 juta.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA