Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

3.116 Hotspot Terpantau di Kalimantan Barat

Jumat 06 Sep 2019 11:41 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Karhutla. (Ilustrasi)

Karhutla. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Bayu Pratama S
Jumlah hotspot di Kalimantan Barat meningkat drastis dalam satu hari.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, ada 3.116 titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat. Jumlah itu jauh meningkat dari hari sebelumnya yang terdata, yakni 935 titik panas.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti menyatakan, terjadi peningkatan jumlah titik panas di Kalbar. Kondisi itu dipantau melalui hasil pengolahan data citra satelit Lapan mulai 5 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 6 September 2019 pukul 07.00 WIB, sebanyak 3.116 titik panas

"Jumlah hotspot terbanyak di Kabupaten Ketapang, yakni sebanyak 1.028 titik panas atau jauh meningkat dari sebelumnya sebanyak 452 titik panas," katanya melalui siaran pers.

Sementara itu, di Kabupaten Sintang terdapat 719 titik panas, Kapuas Hulu 475 titik panas, Sanggau 253 titik panas, Kayong Utara 148 titik panas, Melawi 143 titik panas, dan Kubu Raya 87 titik panas. Di Bengkayang ada 53 titik panas, Landak 42 titik panas, Sambas 10 titik panas, Mempawah enam titik panas, Kota Singkawang dua titik panas; sementara di Kota Pontianak tidak ditemukan titik panas.

Erika mengatakan, untuk sepekan ke depan, kalau ditinjau dari analisa parameter cuaca, kemudahan kebakaran hutan dan lahan di sebagian besar wilayah Kalbar masuk dalam kategori mudah dan sangat mudah. Untuk itu, Erika mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang sifatnya membakar, karena bisa berdampak meluas hingga terjadinya kebakatan hutan dan lahan, karena cuaca yang panas dan kering tersebut.

Data Pemprov Kalbar, sejak Januari sampai dengan Juli 2019 luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia sebesar 135.479 hektare. Kalimantan Barat menduduki posisi ke tujuh dengan luas kebakaran mencapai 3.315 hektare, setelah NTT sebanyak 71.712 hektare, Riau sebanyak 30.065 hektare, Kepulauan Riau sebanyak 4.970 hektare, Kalsel sebanyak 4.670 hektare, Kaltim sebanyak 4.430 hektare, dan Kalteng sebanyak 3.618 hektare.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan kabut asap cukup tebal menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya sebagai dampak dari Karhutla atau asap kiriman dari kabupaten lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA