Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Risma Paparkan Manajemen Risiko Bencana di Filipina

Jumat 06 Sep 2019 20:39 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menceritakan pengalamannya mengelola lingkungan Surabaya disela peluncuran gerakan Jaga Bhumi di Hutan Kota Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menceritakan pengalamannya mengelola lingkungan Surabaya disela peluncuran gerakan Jaga Bhumi di Hutan Kota Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Risma memamerkan keberhasilannya mengatasi banjir di Kota Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) Tri Rismaharini menghadiri forum pengurangan dan manajemen risiko bencana di Kota Makati, Filipina. Di sana, Risma memberikan sambutan yang bertajuk membangun kota berkelanjutan dan tangguh.

Forum tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari para komite dan kota-kota anggota UCLG Aspac serta para ahli. Acara tersebut digelar bertujuan untuk membahas kerangka Sendai Target E, dan pengurangan risiko bencana tahun 2015-2030.

Risma memamerkan keberhasilannya mengatasi banjir di Kota Surabaya. Surabaya, kata dia, terletak 5 meter di atas permukaan laut. Pada 2010, banjir di wilayah Surabaya mencapai 50 persen. “Tahun ini, dengan berbagai inisiatif, kami berhasil mengurangi banjir hingga tersisa 2 persen saja,” kata Risma melalui siaran persnya, Jumat (6/9).

Risma menjelaskan, terobosan yang dilakukan mulai dari pembuatan reservoir atau bozem yang berfungsi sebagai penampung air hujan dan menjadi cadangan saat musim kemarau. Kemudian Pemkot Surabaya juga merevitalisasi sungai, membuat hijau tepi sungai, dan berbagai penghijauan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Risma mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun budaya dan menjaga kawasan Asia Pasific. Ia berharap forum ini dapat menjadi bagian dan langkah konkret menciptakan masyarakat berkelanjutan dan tangguh.

“Saya berharap dapat belajar. Semoga kita mampu membentuk masyarakat yang kuat dan tangguh,” ujar Risma.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA