Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Ini Kronologi Kecelakaan Maut Bus Tabrak Pelajar di Sragen

Ahad 08 Sep 2019 17:13 WIB

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar

Ilustrasi Kecelakaan Bus

Ilustrasi Kecelakaan Bus

Foto: Foto : MgRol_94
Tabrakan di Sragen ini melibatkan bus, mobil, dan satu motor yang dikendarai pelajar.

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM --- Kecelakaan maut antara dua pelajar berboncengan dengan Bus Karno Putro di Jalan Raya Solo-Purwodadi tepatnya di Desa Doyong, Miri, Sragen, Jumat (6/9) pagi, menyisakan cerita miris. Satu orang pelajar tewas mengenaskan usai terlindas Bus Karno Putro dalam insiden kecelakaan di pagi buta itu.

Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan. Yakni, Honda Beat AD 2361 BFE yang dikemudikan dua pelajar, mobil tak dikenal, dan Bus Karno Putro bernopol AD 1554 CE.

Korban tewas diketahui bernama Andika (15), pelajar asal Dukuh Tawangsari RT 30, Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen. Ia membonceng Honda Beat AD 2361 BFE yang dikendarai temannya, Dimas Tertonoto (16) asal Dukuh Pendem RT 22, Sumberlawang, Sragen.

Sementara, Bus Karno Putro dikemudikan Sarmono (46), warga Girikota RT 2/1, Girimargo, Miri, Sragen.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Menurut sejumlah saksi mata, kronologi kecelakaan bermula ketika kedua pelajar itu hendak berangkat sekolah.

Mereka melaju dari Pendem Sumberlawang menuju ke arah Gemolong. Mereka melaju di belakang sebuah mobil tak dikenal.

Sesampai di lokasi kejadian, entah karena keburu-buru atau takut terlambat, pelajar yang di memegang kendali memacu motor agak kencang.

Motor kemudian hendak mendahului mobil tak dikenal di depan mereka. Nahas karena saking ngepresnya, tubuh pelajar di depan sempat menyenggol bodi mobil tak dikenal yang mereka salip.

Senggolan itu membuat motor hilang keseimbangan. Hal itu membuat Andika yang membonceng langsung terpelanting dari motor dan jatuh ke badan jalan.

“Saat pembonceng jatuh ke jalan, langsung ditampani Bus Karno Putro dari arah depan (Gemolong). Korban meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan karena yang terlindas kepalanya,” ujar Didik, salah satu warga setempat.

Sementara, pelajar yang membawa motor, justru selamat dan hanya mengalami lecet-lecet kecil. Pun dengan sopir bus Karno Putro, juga selamat.

Sementara mobil tak dikenal langsung kabur. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan kecelakaan maut tersebut. Menurutnya, satu korban meninggal berstatus pelajar yang berboncengan dengan temannya.

“Satu korban meninggal di lokasi kejadian. Saat ini motor dan bus, sudah diamankan di Mapolsek untuk barang bukti kepentingan proses hukum lebih lanjut,” paparnya.

Atas kejadian itu, AKP Agus kembali mengimbau kepada pengendara untuk lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya. Jika hendak mendahului, harus dipastikan situasi jalur dan arus dalam kondisi memungkinkan.

“Kemudian untuk orangtua sekali lagi jangan membiarkan putra putrinya yang masih di bawah umur untuk berkendaraan. Kalau ke sekolah, lebih baik diantar. Semua demi keselamatan, karena data menunjukkan angka kecelakaan dan korban jiwa tertinggi didominasi pelajar,” tandasnya.

 

The post appeared first on Joglosemar News.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA