Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Perusahaan Korea Merasa Terbantu dengan Bea Cukai

Senin 09 Sep 2019 15:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kedatangan Customs Attache Kedutaan Korea, Baek Hyung Min pada Kamis (5/9).

Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kedatangan Customs Attache Kedutaan Korea, Baek Hyung Min pada Kamis (5/9).

Foto: bea cukai
Perusahaan Korea menyoroti isu IT Inventory.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kedatangan Customs Attache Kedutaan Korea, Baek Hyung Min pada Kamis (5/9). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan perkembangan investasi perusahaan asal Korea di Jawa Tengah khususnya penerima fasilitas Kawasan Berikat.

Ia juga menyatakan apresiasinya terhadap Bea Cukai. “Terima kasih atas asistensi yang sangat baik yang diberikan Bea Cukai kepada investor korea. Perusahaan sangat terbantu," ujar dia.

Baek mengatakan IT Inventory yang sedang digalakkan Bea Cukai saat ini menjadi isu tersendiri. IT Inventory cukup menjadi perhatian bagi perusahaan Korea skala menengah ke bawah. Terutama bagi perusahaan kecil yang sebelumnya belum mendayagunakan IT baik untuk accounting maupun inventory.

Baek menambahkan perusahaan sebetulnya membutuhkan rekomendasi dari Bea Cukai tentang perusahaan IT Developer yang aman dan terpercaya. Namun Baek juga mengerti bahwa Bea Cukai menjaga diri dari konflik kepentingan, meski tetap mengharapkan Bea Cukai memberikan rekomendasi beberapa perusahaan vendor.

Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Parjiya menjelaskan terkait keharusan menggunakan IT Inventory. Dia mengatakan IT Inventory memang harus diberdayakan oleh perusahaan.

"Kami akan berikan asistensi terus, namun demikian kami tidak dapat memberikan rekomendasi terkait IT Vendor. Perusahaan diberikan kebebasan untuk mengembangkan IT Inventory sesuai dengan yang diinginkan, berpartner dengan perusahaan yang dipercaya, namun harus memenuhi standard IT Inventory yang ditetapkan," kata dia.

Sementara itu Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Juli Tri Kisworini menambahkan terkait standar IT Inventory. “IT Inventory prinsipnya harus merupakan subsistem dari system akuntansi perusahaan. Input data terkait arus barang dan dokumen dilakukan secara single entry," ujar dia.

Kunjungan Customs Atache ini diharapkan mampu mempererat kemitraan antara Bea Cukai dengan para investor khususnya penerima fasilitas Kawasan Berikat. Tidak hanya komunikasi terjalin semakin baik namun juga mampu mendorong dan menarik investor korea untuk berinvestasi lebih di Indonesia khususnya wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA