Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Pamitan, Menteri Susi: Maaf, Saya Sering Tengil

Senin 09 Sep 2019 22:24 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pencapaian kinerja dan pengawasan Laut Natuna Utara di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pencapaian kinerja dan pengawasan Laut Natuna Utara di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Susi berpamitan seiring akhir masa jabatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta maaf kepada para awak media seiring mengakhiri masa jabatannya. Tak lupa, Susi juga mengucapkan terima kasih kepada semua staf kementerian dan juga awak media.

"Mohon maaf apabila selama (saya) berinteraksi ada hal-hal yang tidak mengenakkan awak media. Saya orangnya sedikit tengil," kata Susi usai menyampaikan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga Agustus 2019, di kantornya, Jakarta, Senin (9/9).

Susi mengatakan, tugasnya selama menjadi menteri kurang lebih selama 4,5 tahun merupakan perjalanan yang panjang. Dalam kurun waktu tersebut, dia merasa tugasnya terasa singkat.

Baca Juga

Ke depan, ia berharap dapat bertemu kembali dengan para awak media dan bahkan dia mempersilakan awak media berkunjung ke kediamannya di Pangandaran, Jawa Barat. 

"Mudah-mudahan kita bertemu lagi, makan siang atau apa. Kalau tidak ada waktu, saya tidak jadi menteri, datang saja ke Pangandaran," kata Susi.

Dalam pemaparan capaian kinerja KKP, Susi membeberkan salah satunya mengenai pengembalian anggaran KKP dalam kurun waktu empat tahun sebesar Rp 9,5 triliun kepada negara. Anggaran tersebut dikembalikan lantaran KKP diklaim mampu meningkatkan pendapatan dan juga Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu empat tahun tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA