Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Jokowi Setujui Usulan Pemekaran Wilayah di Papua

Selasa 10 Sep 2019 14:19 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima map berisi saran dari perwakilan tokoh Papua Abisai Rollo (kiri) dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima map berisi saran dari perwakilan tokoh Papua Abisai Rollo (kiri) dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Pemerintah perlu melakukan kajian pemekaran wilayah terlebih dahulu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui permintaan dilakukannya pemekaran wilayah di Papua. Usulan pemekaran wilayah Papua ini disampaikan Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo, yang juga ketua rombongan tokoh-tokoh adat Papua dan Papua Barat saat bertemu dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9) siang ini.

"Terkait pemekaran, jangan banyak-banyak dulu. Tapi bapak menyampaikan, tambahan lima. Ini total atau tambahan? Saya iya, tapi mungkin tidak lima dulu. Mungkin kalau ga 2, 3," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pemerintah perlu melakukan kajian pemekaran wilayah terlebih dahulu. Kendati demikian, ia mendukung usulan yang disampaikan Abisai tersebut.

"Ini kan perlu ada kajian. Karena UU-nya mendukung ke sana dan saya memang ada usulan itu dari bawah," jelas dia.

Sebelumnya, saat beraudiensi dengan Presiden, Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo menyampaikan usulan masyarakat Papua agar dilakukan pemekaran provinsi lima wilayah adat di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Lima provinsi, kita sesuaikan dengan wilayah adat dan sudah ada Papua dan Papua Barat sehingga bertambah 5. Kalau soal nama, nanti kemudian diberi nama. Yang jelas nama Papua tetap ada," jelas dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA