Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Ibu Hamil Minum Kopi, Boleh Kah?

Jumat 30 Aug 2019 13:36 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Ilustrasi ibu hamil.

Ilustrasi ibu hamil.

Foto: Photo by freestocks from Pexels
Kopi atau kafein sering dianggap 'musuh' bagi ibu hamil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibu hamil mungkin seringkali mendapatkan nasihat untuk tidak mengonsumsi kopi atau kafein selama masa kehamilan. Benarkah kopi atau minuman berkafein merupakan 'musuh' bagi ibu hamil?

Anjuran mengenai larangan konsumsi kopi selama masa kehamilan mungkin berangkat dari banyaknya kesalahpahaman seputar konsumsi kopi dan kehamilan. Pada dasarnya, kopi atau kafein dalam jumlah kecil aman dikonsumsi sebagian besar ibu hamil.

Seperti dilansir Taste of Home, Jumat (30/8), batasan konsumsi maksimal yang aman bagi ibu hamil adalah 200 miligram kafein per hari. Kafein sebanyak 200 miligram setara dengan sekitar 12 ons kopi.

Baca Juga

Batasan atau rekomendasi konsumsi kopi pada ibu hamil ini berlaku di semua usia kehamilan. Ibu hamil juga tidak disarankan untuk meminum kopi dalam keadaan perut kosong.

Konsumsi kafein lebih dari 200 miligram per hari berpotensi dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Kafein dari kopi dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung ibu hamil.

Konsumsi kafein terlalu banyak juga kerap dikaitkan dengan risiko keguguran dan bayi lahir mati. Akan tetapi, belum diketahui secara jelas bagaimana mekanisme kafein mempengaruhi kedua risiko ini.

Ibu hamil mungkin dapat melirik opsi kopi decaf. Kopi decaf memiliki kandungan kafein yang jauh lebih rendah dibandingkan kopi biasa. Kopi decaf instan misalnya, memiliki kandungan kafein sekitar 5 miligram.

Sedangkan pada ibu menyusui, batasan konsumsi kopi atau minuman berkafein cenderung lebih longgar. Ibu menyusui aman untuk mengonsumsi sekitar dua tau tiga cangkir kopi per hari.

Akan tetapi bila bayi tampak mudah terganggu atau tidak dapat tidur, ibu menyusui sebaiknya mengurangi asupan kopi maupun minuman berkafein lain hingga keluhan tersebut tak lagi tampak pada bayi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA