Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

BMKG: Gempa Talaud tak Berpotensi Tsunami

Rabu 11 Sep 2019 10:53 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi gempa di Indonesia

Ilustrasi gempa di Indonesia

Gempa Talaud Sulawesi Utara pada kedalaman 56 km.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa di kepulauan Talaud tak berpotensi menimbulkan tsunami. Sebelumnya,wilayah itu mengalami gempa pada Rabu, (11/9) pukul 06.23 WIB.

Baca Juga

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M=5,7. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.02 LU dan 126.74 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km arah Timur Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 56 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam kerak bumi pada lempeng Maluku utara. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," paparnya dalam siaran pers, Rabu (11/9).

Dia mengungkapkan guncangan gempabumi dirasakan di daerah Melonguane III-IV MMI, Tahuna II-III  MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Kemudian, hingga pukul 06.37 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock). BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ujarnya. 

Kepala Bagian Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana, meminta masyarakat mendapatkan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui mobile apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.  

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA