Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Mal Pelayanan Publik Bandung Bakal Dibangun di Pasar Kosambi

Kamis 12 Sep 2019 00:07 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah pedagang membangun kios di halaman parkir Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (11/6).

Sejumlah pedagang membangun kios di halaman parkir Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (11/6).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Pasar Kosambi menjadi yang paling strategis

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Wali Kota Bandung Oded M. Danial menetapkan Mal Pelayanan Publik (MPP) akan dibangun di bangunan Pasar Kosambi. Oded menilai di Pasar Kosambi menjadi yang paling strategis setelah mempertimbangkan banyak lokasi yang telah disurvei.

Oded meninjau langsung lokasi MPP yang akan dibangun di dalam bangunan Pasar Kosambi. Setelah melihat, ia menyebutkan lokasi ini sangat tepat dijadikan pusat layanan publik bagi masyarakat Kota Bandung.

“Di situ pertama itu kan Pasar Kosambi sudah BOT (Build Operate Transfer - Serah Guna) kepada PD Pasar jadi milik kita, secara administrasi lebih mudah. Kedua itu kan strategis, jalur utama di depannya, di belakangnya juga ada Jalan Sunda. Jadi lebih strategis,” kata Oded kepada wartawan usai peninjauan, Rabu (11/9).

Oded menjelaskan nantinya bangunan yang akan digunakan MPP adalah di bagian lantai tiga. Dari sisi kapasitas, luas lantai tiga bangunan sekitar 8000 meter persegi. Luasan ini dianggap mencukupi layanan-layanan yang akan ditempatkan baik dari dinas, imigrasi, samsat, hingga perbankan.

Selain itu, kata dia, Pasar Kosambi juga sudah dilengkapi area parkir di lantai basement. Area parkir menjadi salah satu fasilitas utama penunjang keberadaan MPP.

“Di bawah ada lahan parkir cukup 800 kendaraan. Kelebihannya juga ada bus lewat. Diharapkan mudah-mudahan mereka lebih baik tidak bawa kendaraan, naik bus,” ujarnya.

Sementara berkaitan dengan lokasi yang menyatu dengan pasar tradisional, Oded menilai bukan masalah. Sebab, pasarnya sudua ditempatkan khusus sehingga tidak saling bercampur. Justru menurutnya itu lebih memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan di satu lokasi.

“Pedagang pasar akan tetap existing. Lantai tiga yang kosong dimanfaatkan kita. Semi basement masih bagian basah, lantai satu para pedagang juga,” tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA