Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Miris, Kota Depok tak Memiliki Sekolah MAN dan MI Negeri

Rabu 11 Sep 2019 16:33 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah

Siswa Madrasah Aliyah Negeri - MAN (ilustrasi)

Siswa Madrasah Aliyah Negeri - MAN (ilustrasi)

Foto: Antara/Syaiful Arif
MAN Depok baru akan dibangun tahun depan di Kecamatan Bojongsari

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Miris, Kota Depok dengan tagline Kota Depok Unggul, Nyaman dan Relijius ternyata belum memiliki sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Bahkan juga belum memiliki sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri. Saat ini cuma baru ada satu sekolah Madarsah Tsanawiyah (MTs) Negeri.

Baca Juga

"Di Jawa Barat, mungkin di Indonesia, cuma Kota Depok yang tak memikili sekolah MAN dan MI Negeri. Saat ini baru cuma ada satu MTs Negeri. Semestinya sebagai Depok Kota Relijius, minim-minimnya ada satu MAN, satu Mts Negeri dam satu MI negeri," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi usai acara pembukaan Pekan Olahrahga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda) Kota Depok di Halaman Balai Kota Depok, Rabu (10/9).

Dia menambahkan, idealnya sebagai kota relijius, Kota Depok semestinya minimal memiliki dua MAN, dua MTs dan dua Ibtidaiyah. "Idealnya seperti itu, ini sebagai bukti bahwa negara itu hadir, Depok itu Kota Relijius. Optimistis, kita harus optimistis, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat bekerjasama mewujudkan banyak sekolah madrasah negeri, terutama untuk Aliyah dan Tsanawiyah," tuturnya.

Menurut Asnawi, pihaknya berharap secepatnya terwujud adanya sekolah MAN di Kota Depok. Untuk itu perlu kerja sama dan koordinasi yang baik antara Pemkot Depok dan Kemenag. "Kemenag bisa membangun kalau lahannya disediakan Pemkot Depok.

Saat ini, lahan sudah disediakan dan dihibahkan dari Pemkot Depok ke Kemenag di kawasan Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari. "Insya Allah tahun depan dapat dibangun, ya kita fokus membangun satu sekolah MAN dulu, baru setelah itu kita upayakan juga ada satu MI Negeri," ungkapnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengakui cukup rumit melaksanakan birokrasi terkait pembangunan sekolah madrasah karena menyangkut aturan yang digariskan Kemendagri sebagai induk Pemkot Depok dengan Kemenag. "Permasalahannya cuma teknis saja, karena masalah peraturan kementerian masing-masing. Madrasah itu pembangunannya kewenangan Kemenag, kita akan membantu penyediaan lahan yang akan kita hibahkan ke Kemenag. Lahannya sudah kita siapkan, fokus ke pembangunan sekolah MAN dulu yang lebih urgen dibandingkan MI, kalau MTs kan sudah ada satu," jelasnya.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, mengatakan dukungannya atas rencana Kemenag Depok untuk membangun sekolah MAN. "Segala hal yang menyangkut kepentingan khalayak luas, akan didukung penuh oleh Pemkot Depok. Apalagi hal ini selaras dengan visi Kota Depok yang religius," tegasnya.

Dia menambahkan, kebutuhan sekolah MAN di Kota Depok sudah mendesak. Untuk itu Pemkot Depok mendukung pembangunan sekolah MAN di Kota Depok. "Kita patut berikan apresiasi terhadap Kemenag Depok, karena sekolah MAN merupakan kebutuhan memperalam pendidikan keagamaan yang diharapkan dapat melahirkan generasi yang unggul dan relijius," pungkas Pradi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA