Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Jelang Pemilihan Anggota Dewan IMO

Berharap Dukungan, Kemenhub Kunjungi Kedubes Inggris

Rabu 11 Sep 2019 17:48 WIB

Red: Agus Yulianto

Jelang pemilihan anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2020-2022, Kementerian Perhubungan kunjungi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Selasa (10/9). Sebagai anggota Dewan IMO kategori A, Inggris diharapkan dapat memberikan dukungan kepada Indonesia.

Jelang pemilihan anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2020-2022, Kementerian Perhubungan kunjungi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Selasa (10/9). Sebagai anggota Dewan IMO kategori A, Inggris diharapkan dapat memberikan dukungan kepada Indonesia.

Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
Hubungan Indonesia dengan Inggris selama ini sangat baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang pemilihan anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2020-2022, Kementerian Perhubungan kunjungi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Selasa (10/9).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Capt. Wisnu Handoko menyampaikan tujuan kedatangannya dan rombongan adalah untuk meminta dukungan pada Pemilihan anggota Dewan IMO mendatang.

"Sebagai anggota Dewan IMO kategori A, Inggris diharapkan dapat memberikan dukungan kepada Indonesia," tutur Capt. Wisnu dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id.

Dia menyampaikan, hubungan Indonesia dengan Inggris selama ini sangat baik dan ada beberapa kerja sama yang dilaksanakan. Kerja sama itu di antaranya Memorandum Saling Pengertian (MSP) RI-Inggris tentang Kerja Sama di Bidang Maritim yang ditandatangani 27 Juli 2017 dan berakhir pada 27 Juli 2018. Selanjutnya telah diadakan rapat Koordinasi Persiapan Pembaruan Memorandum Saling Pengertian (MSP) RI- Inggris tentang Kerja Sama di Bidang Maritim pada tanggal 4 Juni 2018.

"Terkait dengan rencana perpanjangan dan pembaharuan MSP tersebut perlu dikomunikasikan secara resmi melalui saluran Diplomatik oleh Kementerian Luar Negeri," ujar Wisnu. Selain kerja sama di atas, dilaksanakan juga beberapa kerja sama bidang transportasi udara dan darat dengan Inggris.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA