Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Habibie Wafat, Wagub Sumbar: Indonesia Kehilangan Negarawan

Rabu 11 Sep 2019 19:36 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Ani Nursalikah

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

Foto: dok. Humas Pemprov Sumbar
Pemerintah Sumbar dan masyarakat Sumbar turut beduka cita.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit atas nama pribadi, pemerintah provinsi Sumbar dan atas nama warga Sumbar turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie. Habibie meninggal, Rabu (11/9) petang ini di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.  

Baca Juga

"Pemerintah Sumbar dan masyarakat Sumbar turut beduka cita, mendengar kabar meninggalnya Profesor Doktor BJ Habibie, dalam usia 83 tahun. Semoga husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dimasukkan kedalam surga dan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan," kata Nasrul kepada Republika.co.id, melalui sambungan telepon.

Nasrul merasa Indonesia kehilangan besar dengan dipanggilnya Habibie menghadap Allah SWT. Habibie, menurut Nasrul, adalah seorang putra terbaik bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional dan internasional dengan kecerdasan dan prestasinya.

Nasrul mengatakan salah satu jasa terbesar Habibie buat bangsa adalah dalam urusan pengembangan teknologi terutama pengembangan pesawat terbang.

Nasrul berharap akan ada pengganti sepadan figur seperti Habibie bagi Indonesia ke depannya.

"Ia adalah pahlawan. Kita kehilangan sosok negarawan. Semoga akan ada sosok Habibie-Habibie berikutnya buat menggantikan beliau," ujar Nasrul.

Ia selama ini mengagumi Habibie sebagai pemimpin yang cerdas, lugas dan berpikir praktis. Saat menjabat sebagai presiden, Nasrul menyebut Habibie mampu menurunkan harga dollar AS terhadap rupiah dari Rp 17 ribu menjadi Rp 6.000 dalam waktu singkat.

Kemudian yang patut dipelajari dari seorang Habibie buat para politikus di Indonesia, menurut Nasrul, adalah ketulusan dan kesetiaan Habibie buat NKRI. Karena prestasi dan kepiawaiannya dalam urusan pesawat terbang, Habibie pernah berkali-kali ditawari kewarganegaraan Jerman. Tapi Habibie menolak dan memilih setia bersama Indonesia sampai akhir hayatnya.

Satu lagi yang dipelajari Nasrul dari Habibie adalah kesetiaan kepada keluarga, terutama istri. Habibie dikenal sebagai figur setia dan romantis terhadap almarhumah istrinya Hasri Ainun Habibie.

"Kesetiaan beliau luar biasa," kata Nasrul.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA