Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Megawati: Habibie Pencetak Manusia Unggul Indonesia

Rabu 11 Sep 2019 21:15 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden RI ke-3 BJ Habibie (kanan) memberikan permen kepada Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri saat peringatan Hari kelahiran Pancasila di gedung DPR RI (ilustrasi)

Presiden RI ke-3 BJ Habibie (kanan) memberikan permen kepada Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri saat peringatan Hari kelahiran Pancasila di gedung DPR RI (ilustrasi)

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Habibie tak kenal lelah memberi semangat agar putra-putri Indonesia menguasai iptek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Megawati Soekarnoputri mengatakan bangsa Indonesia telah kehilangan sosok pemimpin inspiratif. Hal tersebut diungkapkan Mega berkenaan dengan meninggalnya Presiden ketiga RI Baharudin Jusuf Habibie.

Megawati mengaku berduka dan kehilangan dengan kepergian pendiri PT Dirgantara Indonesia (PTDI) itu. Dia menyebut Habibie sebagai sosok pemimpin inspiratif dan pencetak manusia Indonesia unggul dalam penguasaan teknologi.

Baca Juga

"Indonesia kehilangan pemimpin yang tidak pernah mengenal lelah memberikan semangat dan inspirasi agar putra-putri Indonesia berjuang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kunci kemajuan bangsa," kata Megawati Soekarnoputri dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/9).

Belasungkawa juga diucapkan Sekretaris Jendrap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Dia mengatakan, Habibie merupakan figur yang menjadi sahabat Megawati.  "Ibu Megawati Soekarnoputri mengenang Almarhum bukan hanya sebagai sahabat. Kedua pemimpin tersebut sangatlah akrab dan banyak momentum kebersamaan mereka," kata Hasto.

Dia mengungkapkan, kedekatan keduanya kerap terlihat dalam berbagai forum. Dia menceritakan jika dalam salah satu pertemuan makan siang, Megawati pernah terlihat begitu terkesan dengan semangat Habibie di dalam mewujudkan mimpinya.

Habibie, dia melanjutkan, menekankan akan pentingnya penguasaan teknologi. Dia mengatakan, bagi Habibie, teknologi merupakan jawaban atas berbagai tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan penduduk terbesar ke empat di dunia.

Seperti diketahui, Baharudin Jusuf Habibie meninggal dunia pada pukul 18.05, Rabu (11/9). Ia meninggal setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA