Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Status Waspada Tangkuban Parahu Belum Bisa Diturunkan

Kamis 12 Sep 2019 05:21 WIB

Red: Nora Azizah

Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu, Sabtu (3/8).

Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu, Sabtu (3/8).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Aktivitas gunung Tangkuban Parahu masih tinggi, dan beberapa kali terjadi erupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Objek wisata Tangkuban Parahu di Bandung, Jawa Barat, masih dalam status waspada. Bahkan, status tersebut belum bisa diturunkan dalam waktu dekat.

Baca Juga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan pihaknya tidak akan menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu yang kini pada level 2 (Waspada) dalam waktu dekat. "Tangkuban Parahu kita tidak akan turunkan statusnya," kata Jonan usai menghadiri acara Dies Natalis Universitas Padjajaran ke-62, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (11/9).

Menurutnya, keputusan tersebut dipilih karena aktifitas Gunung Tangkuban Parahu hingga kini masih tinggi setelah beberapa kali erupsi lanjutan teramati. "Statusnya masih sama seperti sekarang (Waspada), aktifitasnya masih sama dengan beberapa waktu yang lalu (tinggi)," katanya.

Sebelumnya ia mengatakan pihak Geologi masih mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer, karena hal yang dikhawatirkan adalah adanya potensi timbulnya gas yang berbahaya dari kawah saat terjadi erupsi yang menerus. Sementara itu, beberapa waktu lalu masyarakat dan pedagang Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu melakukan shalat hajat untuk meminta keridhaan Tuhan agar kawah Gunung Tangkuban Parahu bisa kembali normal.

"Kita berharap semua teman-teman pedagang, marilah kita berdoa bersama agar Tangkuban Parahu normal kembali, dan kita bisa beraktivitas kembali," ujar Koordinator Pedagang, Ishak Jeri, Sabtu lalu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA