Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Kontribusi Besar BJ Habibie di PT Dirgantara Indonesia

Rabu 11 Sep 2019 22:52 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Tampilan patung Presiden Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie memegang pesawat yang masih dalam tahap pembangunan di Isimu, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (3/1/2019).

Tampilan patung Presiden Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie memegang pesawat yang masih dalam tahap pembangunan di Isimu, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (3/1/2019).

Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Salah satu kontribusi besar Habibie adalah Pesawat NC 212-100 sampai jadi NC 212-i.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Presiden ketiga RI BJ Habibie dikenal memiliki sejumlah kontribusi besar ke PT Dirgantara Indonesia selama berkiprah di industri pesawat terbang Tanah Air. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro.

"Rekam jejak beliau disamping pendiri, penggagas, beliau juga adalah Advance Teknologi. Beliau membuat terobosan, bagaimana production itu dilakukan dari assembling. Sampai kita bisa mendesain pesawat sendiri," kata Elfien Goentoro, di Bandung, Rabu (11/9).

Rekam jejak atau kontribusi besar pertama dari BJ Habibie ke PT DI yang sebelumnya bernama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) ialah Pesawat NC 212-100 sampai jadi NC 212-i yang sudah auto pilot dan jadi pesawat andalan PT DI. Pesawat ini merupakan pesawat berpenumpang 24 orang.

Rekam jejak atau kontribusi besar keduanya ialah Pesawat CN 235 di mana setengah dari pesawat tersebut dirancang bangun oleh putra putri bangsa dan setengahnya lagi dibuat oleh perusahaan pembuat pesawat terbang, Spanyol, CASA.

"Di dunia sudah ada 283 pesawat CN 235. Jadi itulah kontribusi awal bagaimana putra putri bangsa di Indonesia, di industri dirgantara ini bisa membuat setengah dari pesawat ini," kata dia.

Kontribusi besar yang ketiga Pak Habibie untuk PT DI ialah beliau sudah merancang bangun dan menerbangkan N250 yang saat itu menggunakan teknologi canggih, yakni fly by wire.

"Kalau itu terus, mungkin pesawat ATR tidak sebanyak ini dan N250 yang berterbangan di Indonesia. Sayang waktu itu negara kita dilanda krisis. Oleh IMF proyek itu diberhentikan," kata dia.

Dia mengatakan meskipun sosok BJ Habibie telah wafat namun seluruh jajaran direksi dan pegawai PT DI terus memegang semangat BJ Habibie.

Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie wafat dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9). Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, menyebutkan bahwa Wakil Presiden ketujuh Republik Indonesia itu wafat karena faktor usia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA