Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Wasekjen PAN: Habibie Memuluskan Jalan Reformasi

Kamis 12 Sep 2019 04:32 WIB

Red: Ratna Puspita

FOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

FOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Habibie tidak berambisi dan selalu sabar menghadapi situasi sosial politik yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan, reformasi 1998 bisa berjalan dengan mulus karena presiden saat itu Baharuddin Jusuf Habibie. Saleh mengatakan, Habibie adalah pemimpin semua golongan yang memperhatikan dan mendengar semua orang. 

"Kalau presidennya bukan pak Habibie, belum tentu reformasi berjalan mulus sebagaimana adanya. Walau dia memimpin di masa transisi yang sangat singkat, tetapi ada banyak capaian yang diperoleh. Hasilnya banyak yang masih kita rasakan hingga saat ini," kata Saleh dihubungi di Jakarta, Rabu (11/9).

Baca Juga

Habibie tidak berambisi dan selalu sabar menghadapi situasi sosial politik yang ada. Karena itu, tidak heran bila dalam berbagai dinamika politik yang berkembang, dia dijadikan sebagai tempat diskusi dan nasehat-nasehatnya selalu dijadikan sebagai referensi.

"Kita semua kehilangan seorang tokoh yang sangat penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Harus disadari bahwa sosok BJ Habibie sangat menentukan tatanan demokrasi yang ada saat ini," tuturnya.

Saleh mengatakan, kontribusi Habibie tidak hanya dalam bidang sains dan pesawat terbang, tetapi juga telah berhasil menata sistem politik, sosial, dan ekonomi Indonesia pascareformasi. "Indonesia kehilangan. Kita berduka. Kita sedih. Kita menangis. Semoga kelak akan lahir lagi seorang anak bangsa seperti BJ Habibie," ujarnya.

Menurut Saleh, bukan hanya bangsa Indonesia saja yang akan merasa kehilangan Habibie. Ada banyak teman dan kolega Habibie di tempat lain yang pasti juga kehilangan.

Apalagi, karya-karya akademiknya masih dijadikan rujukan di banyak perguruan tinggi. "Mari kita doakan semoga dosa beliau diampuni dan amal kebaikannya dibalas berlipat ganda. Kita juga mesti mendoakan agar beliau dipertemukan dengan kekasihnya, Hasri Ainun Habibie. Beliau berdua adalah orang baik. Allah tentu akan memberikan balasan terbaik bagi mereka," katanya.

Presiden ketiga Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Rabu sore di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta sejak Minggu (1/9) pukul 18:05 WIB.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA