Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Kabut Asap Tebal, Warga Pontianak Diimbau tak Keluar Rumah

Kamis 12 Sep 2019 08:45 WIB

Red: Nur Aini

Dua kapal melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap pekat di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/9/2019). Berdasarkan pengolahan data LAPAN per 9 September, terdapat 572 titik api yang tersebar di 14 kabupaten/kota di wilayah Kalbar hingga menimbulkan kabut asap pekat yang melanda Kota Pontianak.

Dua kapal melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap pekat di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/9/2019). Berdasarkan pengolahan data LAPAN per 9 September, terdapat 572 titik api yang tersebar di 14 kabupaten/kota di wilayah Kalbar hingga menimbulkan kabut asap pekat yang melanda Kota Pontianak.

Foto: Rana Larasati/Antara
Sekolah di Pontianak diliburkan karena udara tidak sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar mengimbau, kepada masyarakat di kota itu untuk mengurangi aktivitas di luar rumah karena semakin tebalnya kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Baca Juga

"Sebaiknya warga mengurangi aktivitas di luar rumah terutama pada malam hari, kalau pun terpaksa harus keluar rumah agar menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung," kata Tinorma Butar Butar di Pontianak, Kamis (12/9).

Lebih baik lagi, menurut dia jika masyarakat menggunakan masker yang basah sehingga partikel-partikel debu asap dampak Karhutla melekat di masker yang basah atau lembap tersebut.

"Meskipun titik panas atau kebakaran lahan di Pontianak tidak ada tetapi udara di Pontianak diselimuti kabut asap tebal yang merupakan kiriman dari kabupaten-kabupaten sekitar, sehingga masyarakat Kota Pontianak juga mengalami dampaknya," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus memantau dan mensosialisasikan kepada warga agar tidak membakar sampah maupun lahan di lingkungannya karena dapat memperburuk kondisi udara. "Kita minta warga menyikapi situasi udara saat ini agar tidak membakar sampah dan lahan karena bisa memperburuk kondisi udara," ujarnya.

Sebagai upaya mencegah terhirupnya udara yang bercampur dengan asap, pihaknya telah membagikan secara gratis sebanyak 1.500 masker kepada warga masyarakat.

Pembagian masker dilakukan di tiga titik, yakni di kawasan Taman Alun-alun Kapuas, persimpangan depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan Bundaran Taman Digulis Untan Pontianak, dan sebelumnya juga sudah dibagikan sebanyak 6.000 masker.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat meliburkan aktivitas sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP/sederajat di kota itu dampak semakin buruknya ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) akibat kabut asap yang semakin tebal karena kebakaran hutan dan lahan.

"Aktivitas sekolah mulai dari TK hingga SMP baik negeri dan swasta diliburkan mulai hari ini tanggal 12 hingga 14, dan belajar kembali Senin (16/9)," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Ia menyebutkan, diliburkannya aktivitas belajar sekolah tersebut dengan pertimbangan udara sudah masuk dalam kategori tidak sehat.

"Apalagi Pemprov Kalbar juga sudah meliburkan aktivitas belajar untuk tingkat SMA/sederajat dampak semakin buruknya udara akibat Karhutla," kata Edi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA