Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pemkot Bekasi Masih Gratiskan Transpatriot

Kamis 12 Sep 2019 13:29 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas turun dari angkutan umum TransPatriot   jurusan  Terminal Bekasi - Harapan Indah di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Senin (26/11).

Petugas turun dari angkutan umum TransPatriot jurusan Terminal Bekasi - Harapan Indah di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Senin (26/11).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Pemkot mengupayakan tarif Transpatriot keluar pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi masih menggratiskan tarif Bus Transpatriot rute II dan III. Nantinya, tarif bus milik Perusahaan Daerah Kota Bekasi itu akan ditetapkan setelah adanya peraturan wali kota yang dikaji oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Transpatriot rute II berangkat dari Vida menuju Summarecon. Sementara Tranpatriot rute III beroperasi dari Wisma Asri menuju Sumber Arta. Kedua rute tersebut diluncurkan, Kamis, (22/8). Pada mulanya, Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) berencana menggratiskan tarif hingga awal September.

Transpatriot rute II dan III berbeda dengan Transpatriot rute I. Jika bus Transpatriot rute I mendapatkan subsidi dari Pemkot Bekasi. Sementara, bus Transpatriot rute II dan III adalah kendaraan umum nonsubsidi. Namun, PDMP telah bekerja sama dengan PT. TRON (Teknologi Rancang Olah Nusantara) untuk menekan biaya operasional bus.

Kepala Bidang Hukum dan Humas PDMP, Iqbal Daut menyatakan, pihaknya masih menggratiskan tarif Transpatriot rute II dan III. Ia mengaku masih menunggu surat keputusan dari Wali Kota Bekasi. "Belum (ditetapkan tarifnya). Harusnya kan kemarin tanggal tujuh (September) tapi ini belum (ada surat wali kota tentang ketentuan tarif)," kata Iqbal saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (12/9).

Ia menuturkan, tarif Transpatriot non-subsidi tidak akan terpaut jauh dengan tarif transpatriot bersubsidi. "Selisihnya paling seribu-dua ribu. Kalau yang subsidi kan empat ribu rupiah. Kalau Transpatriot nonsubsidi, tarif bawahnya lima ribu rupiah, batas atasnya enam ribu rupiah, seperti itu kabarnya," kata dia.

Kemudian, Iqbal menjelaskan, sejak dioperasikan pada 22 Agustus lalu, jumlah penumpang Transpatriot selalu mengalami kenaikan sekitar 10-20 persen. "Jadi tiap satu kali trayek sudah ada sekitar 10-15 penumpang," ucapnya.

Bus Transpatriot yang digunakan untuk rute II dan III itu sebelumnya merupakan bus hibah dari Kementerian Perhubungan tahun 2018. Bus tersebut sempat dikandangan selama delapan bulan lantaran PDMP perlu melengkapi beberapa syarat administrasi seperti plat nomor dan STNK.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan, pihaknya sedang merumuskan tarif transpatriot. Ia mengaku, akan mengumumkan tarif tersebut secepatnya. "Minggu ini saya usahakan keluar tarifnya," kata Dadang saat ditemui Republika di kantor Wali Kota Bekasi.

Dadang juga menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terhadap keluhan macet di trayek Transpatriot Summarecon-Vida. Ia menyatakan, kemacetan tersebut disebabkan karena pembangunan jalan lintas atas Rawa Panjang dan Cipendawa. "Mau gimana lagi, itu (lintas atas Rawa Panjang dan Cipendawa) sebentar lagi selesai, macetnya akan hilang," kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA