Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Kabut Asap Mulai Berdampak ke Bisnis Hotel di Pekanbaru

Kamis 12 Sep 2019 14:47 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pengendara motor menggunakan masker saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9).

Pengendara motor menggunakan masker saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kabut asap akibat karhutla di Kota Pekanbaru makin pekat pada Kamis (12/9) pagi

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Bisnis perhotelan di Kota Pekanbaru mulai terdampak kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi kabut asap akibat karhutla di Kota Pekanbaru semakin pekat dalam beberapa hari terakhir ini.

“Kabut asap ini sudah berdampak ke okupansi hotel. Rombongan dari instansi kementerian di Jakarta baru saja membatalkan reservasi karena kondisi asap tidak sehat,” kata Marketing Komunikasi Hotel Prime Park Pekanbaru, Retmon Bensal Putra, di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9).

Kalau saja tidak ada kabut asap, lanjutnya, ada 110 orang dari rombongan kementerian tersebut yang sudah memesan kamar sekaligus ruangan untuk acara. “Kami harap kondisi asap ini cepat berakhir, karena kalau udara berasap seperti ini mana mau orang datang ke Pekanbaru,” keluhnya.

Kabut asap akibat karhutla di Kota Pekanbaru makin pekat pada Kamis pagi sehingga membuat jarak pandang sempat turun drastis. “Jarak pandang menurun drastis dari pagi pukul tujuh 1.500 meter menjadi 700 meter pada pukul sembilan,” kata Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto, ditemui dalam kesempatan terpisah.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra dan Aqua pada 06.00 WIB mendeteksi titik panas paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan ada 437 titik dan Jambi 420 titik. Sementara itu, di Provinsi Riau terdapat 279 titik panas.

Sejumlah daerah juga terdeteksi ada titik panas seperti Bangka Belitung ada 50 titik, Lampung 77 titik, Sumatra Utara 20 titik, Bengkulu 9 titik, Aceh dan Kepri masing-masing empat titik.

Khusus di Riau, dari 279 titik panas yang terdeteksi satelit, lokasi paling banyak ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan 141 titik. Lokasi lainnya yakni Kabupaten Pelalawan dengan 50 titik, Rokan Hilir (Rohil) 31 titik, Kuansing 14 titik, Indragiri Hulu (inhu) 26 titik, Bengkalis 6 titik, dan Siak ada satu titik panas.

Dari jumlah tersebut ada 177 yang dipastikan titik api Karhutla dengan lokasi terbanyak di Inhil ada 99 titik dan Pelalawan 33 titik.

Meski kondisi asap kian pekat, Gubernur Riau Syamsuar justru memilih bertugas ke Thailand. Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengungkapkan hal tersebut usai shalat istisqa berjamaah di lapangan kantor Gubernur Riau di Kota Pekanbaru, Rabu lalu (11/9).

Edy Nasution mengatakan Gubernur Riau Syamsuar dalam kondisi sehat dan kini berada di Jakarta, dan akan melanjutkan tugas ke Thailand. “Beliau ada di Jakarta, sehat Alhamdulillah. Kebetulan beliau sedang ada tugas juga, beliau mau ke Thailand juga, ada tugas di luar,” kata Edy Nasution.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA