Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Yenny: Habibie-Gus Dur Nyambung Soal Reformasi dan Demokrasi

Kamis 12 Sep 2019 18:53 WIB

Red: Ratna Puspita

Wapres Jusuf Kalla (tengah), Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan putri almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid (kanan) menghadiri pemakaman almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Wapres Jusuf Kalla (tengah), Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan putri almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid (kanan) menghadiri pemakaman almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Yenny mengatakan, Habibie mencintai negara ini dengan sepenuh hati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yenny Wahid menyebutkan sosok BJ Habibie memiliki titik temu dengan ayahnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terutama dalam semangat mengusung reformasi dan demokrasi. Yenny pun mengungkapkan Gus Dur dan Habibie sering sekali bertukar pikiran dan berdialog.

"Di situ memang terlihat bahwa beliau nyambung, dua-duanya nyambung, apalagi dalam semangat mengusung reformasi, mengusung demokrasi," kata usai Yenny usai menghadiri upacara pemakaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Baca Juga

Pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh itu beberapa kali mendampingi mendiang Gus Dur ketika berkunjung ke kediaman Habibie maupun dalam berbagai kesempatan mereka berdua bertemu. "Beliau juga sama-sama orang yang punya komitmen untuk memberikan kebebasan berpendapat seluas-luasnya di Indonesia, untuk membuka ruang bagi demokrasi di Indonesia," katanya.

Walaupun, kata dia, mereka berdua juga menjadi korban dari demokrasi, yakni sering kali dikritik dan disalahpahami langkahnya, tetapi tetap ikhlas menjalaninya. "Ini adalah ciri dari seorang negarawan. Nah, Pak Habibie sendiri yang membuat saya merasa beliau pantas sekali menjadi inspirasi bagi kita semua," katanya.

Di mata Yenny, Habibie juga sosok yang totalitas dalam segala hal, termasuk mencintai istrinya, Ainun Habibie dengan penuh totalitas hingga akhir hayatnya. Di sisi lain, kata dia, Habibie juga sangat total ketika mencintai profesinya sebagai seorang ilmuwan, dengan banyak sekali penemuan yang diberikan kepada dunia, bukan hanya kepada Indonesia.

"Sampai sekarang teknologi yang ditemukan Pak Habibie dipakai oleh banyak perusahaan pesawat terbang. Beliau tidak merasa, penemuannyaharus perlu dipatenkan. Yang paling penting teknologinya bisa membantu umat manusia," ungkapnya.

Yang ketiga, kata Yenny, Habibie mencintai negara ini dengan sepenuh hati. Yenny ingat sempat ngobrol panjang lebar dengan Habibie pada Juli lalu, ketika Habibie baru saja keluar dari rumah sakit.

"Kemarin ketika dua hari sebelum Pak Habibie wafat, Alhamdulillah, kami sempat menjenguk beliau di RS dan bagi saya pribadi bersyukur dapat kesempatan untuk mencium beliau, perpisahan untuk terakhir kalinya," katanya.

Bagi Yenny dan keluarga, sosok Habibie dan keluarga sudah sedemikian dekat sehingga kepergian Habibie juga dirasakan Yenny sekeluarga. "Kebetulan, kami sangat dekat dengan Mas Ilham sehingga kehilangan ini bukan cuma kehilangan Mas Ilham dan keluarga, Mas Thariq, tetapi juga kehilangan kami," kata Yenny.

Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI yang juga ibunda Yenny, menyebut Habibie sebagai sosok yang sangat tulus. Shinta juga sempat menjenguk ketika Habibie sakit sebelum sakit yang sekarang ini.

Kala itu, Habibie menyampaikan keinginannya ikut program sahur keliling. "Pak Habibie justru tertarik dengan kegiatan saya dan mau ikut sahur keliling bersama saya. Saya pulang sampai dibawain sekotak kurma," kenangnya.

Presiden RI ke-3 BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA