Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

20 Ton Sampah Masuk Kepulauan Seribu Setiap hari

Kamis 12 Sep 2019 19:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Petugas membersihkan sampah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Petugas membersihkan sampah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Foto: Dok. Sudin LH Kep. Seribu
Sampah tersebut berasal dari 11 pulau permukiman penduduk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 20 ton sampah setiap hari masuk ke Kepulauan Seribu. Dari jumlah tersebut, hanya 11 ton yang bisa ditangani.

"Pemerintah kabupaten terus berupaya mengatasi dampak sampah tersebut karena akan menjadi timbunan sampah di laut," kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Junaedi saat memimpin gerakan bersih laut dan pantai memperingati Hari Perhubungan Nasional 2019 di Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kamis (12/9).

Junaedi menjelaskan sampah tersebut berasal dari 11 pulau permukiman penduduk, homestay di pulau-pulau pariwisata hingga sampah kiriman dari sembilan sungai di dataran Jakarta, pesisir Banten dan Bekasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membuat kajian tentang terobosan pengelolaan sampah yang dapat dijadikan sumber energi seperti listrik, gas dan pupuk organik.

"Jika tahun ini masih sebatas kajian, kemungkinan tahun depan kita mendapatkan satu unit produk tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Yusiono Supalal mengatakan, alokasi Dana Insentif Faerah (DID) dimasukkan dalam anggaran daerah. Salah satunya untuk operasional pengelolaan sampah. “Anggaran tersebut dimasukkan ke anggaran daerah dan penggunaannya melalui mekanisme penganggaran,” kata Yusiono.

Pemprov DKI Jakarta merupakan satu dari 10 daerah yang mendapatkan DID 2019 sebesar Rp 57,1 miliar. Sebanyak Rp 9 miliar diantaranya digunakan untuk pengelolaan sampah.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA