Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Habibie dan Sejarah Teknologi Seluler GSM di Indonesia

Jumat 13 Sep 2019 07:02 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Reiny Dwinanda

BJ Habibie

BJ Habibie

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Teknologi seluler GSM di Indonesia beroperasi saat Habibie masih menjabat menristek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua puluh lima tahun silam, Indonesia mulai mengadopsi teknologi seluler Global System for Mobile Communications (GSM). Di balik kemajuan tersebut, ada sosok BJ habibie yang menjadi pendukungnya.

Baca Juga

Sebagai operator seluler pertama yang menghadirkan jaringan GSM, PT Telekomunikasi Selular ( telkomsel ) mengenang kontribusi yang sangat besar dari presiden ketiga Republik Indonesia itu dalam kelahiran operator seluler yang saat ini memiliki 168 juta pelanggan tersebut. Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martin, mengungkapkan sejarah bermula pada tanggal 14 Juli 1993, saat sejumlah direksi PT Telkom menghadap Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia.

Emma mengatakan, di atas sehelai kertas, Habibie menuliskan persetujuan dan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Tulisan ini yang kemudian menjadi referensi dari sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital di Indonesia.

Empat belas bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 2 September 1994, Habibie meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM di Pulau Batam. Pada saat itu, Telkomsel merupakan nama produk dari PT Telkom.

Sebagai Menristek, Habibie melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana dari Batam ke Jakarta dan London, Inggris. Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM kemudian dipersiapkan dan dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

"Bapak Habibie merupakan sosok yang penting bagi kami, Beliau memiliki hubungan sejarah erat dalam proses beroperasinya teknologi selular Global System for Mobile Communications (GSM) di Indonesia serta beroperasinya layanan Telkomsel pertama kali di Pulau Batam,” ujar Emma dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.

Menurut Emma, sejak peristiwa bersejarah di Batam, sosok Habibie sejatinya merupakan pelanggan pertama Telkomsel. Namun, sebagai bentuk penghormatan yang terdalam atas kontribusi Bapak Teknologi Indonesia itu, Telkomsel kemudian memberikan penghargaan kepada Bapak Habibie sebagai pelanggan Telkomsel ke-100 juta pada perayaan pencapaian Telkomsel di tahun 2011.

"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Keluarga besar Telkomsel turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan merasakan kehilangan yang besar atas kepergian almarhum," kata Emma.

Emma mengatakan, Habibie juga pernah menyampaikan sebuah pesan berharga bagi keluarga besar Telkomsel pada hari jadi Telkomsel yang ke-21 pada tanggal 26 Mei 2016. Saat itu, Habibie mengungkapkan Telkomsel adalah anak dan cucu ideologis-intelektualnya dan ia mendorong agar Telkomsel terus memberikan yang terbaik untuk bangsa.

“Semangat Pak Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusi Pak Habibie untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa. Selamat jalan, Pak Habibie," kata Emma.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA