Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

BKKBN Harap Generasi Muda Manfaatkan Bonus Demografi

Jumat 13 Sep 2019 09:21 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala BKKBN dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)

Kepala BKKBN dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)

Foto: dok. Humas BKKBN
Bonus demografi dimaknai dengan kualitas SDM yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKA BELITUNG -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berharap para generasi muda dapat memanfaatkan bonus demografi, yang puncaknya terjadi pada 2035. Jika hal tersebut dapat dimanfaatkan, Indonesia akan mendapatkan anugerah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga

"Kami berharap bonus demografi dimaknai dengan kualitas SDM yang baik, untuk menghasilkan kualitas yang baik," ujar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bangka Belitung, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/9).

Hasto, dalam acara kuliah umum yang digelar di STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, menjelaskan bahwa bonus demografi dapat dimanfaatkan bagi generasi muda yang mau berusaha. Khususnya bagi mereka yang terus meningkatkan hard skill dan soft skill yang dimilikinya.

"Makanya generasi muda harus banyak berilmu, soft skill itu penting hard skill juga penting, kalau tidak punya salah satu jatuhnya sesat menyesatkan," ujar Hasto.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada generasi muda untuk gemar membaca berbagai literasi. Karena lewat bacaan, berbagai ilmu dapat diperoleh untuk meningkatkan kualitas diri.

Jika kualitas generasi muda semakin baik, seseorang akan memiliki nilai lebih ketimbang orang lain. Dengan begitu, ia akan lebih siap bersaing dalam menghadapi bonus demografi. "Adik-adik sekalian, jika ingin belajar banyak-banyaklah membaca, tanpa membaca hal itu akan sulit. Manfaat membaca itu sangat menguntungkan," jelas Hasto di hadapan mahasiswa STKIP Bangka Belitung.

Dalam belajar, Hasto menjelaskan bahwa pembelajaran atas sesuatu harus dimulai selangkah demi selangkah. Diawali dengan akusisi, lalu kompeten, dan terakhir menjadi profisien.

"Oleh karena itu, perlu mengubah mindset identik, kalau belajar itu selalu dimulai dari akusisi, lalu kompeten, tapi itu tidak cukup, tapi harus profisien. Agar kita menjadi yang terbaik dalam bidang kita," ujar Hasto.

BKKBN menggelar kuliah umum kependudukan untuk mahasiswa di STKIP Bangka Belitung. Kuliah umum bertemakan "Peran Generasi Milenial memanfaatkan Peluang Bonus Demografi".

Hasto berharap, kuliah dapat memberikan motivasi bagi generasi dalam meningkatkan kualitas belajar dan memahami bonus demografi. Khususnya, mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi penerus bangsa. "Sebagai mahasiswa baru harus memiliki semangat yang luar biasa agar bisa menjadi generasi unggul," ujar Hasto.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA