Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Aktivitas Bandara Internasional Minangkabau Masih Normal

Jumat 13 Sep 2019 15:04 WIB

Red: Nora Azizah

Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Jarak pandang akibat kabut asap sudah menyentuh dua sampai empat kilometer.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, masih berjalan normal hingga, Jumat (13/9). Hingga saat ini diketahui, kendati jarak pandang hanya berkisar dua sampai empat kilometer akibat kabut asap yang menyelimuti daerah itu.

"Sejauh ini semua masih normal, penerbangan akan terganggu kalau jarak pandang hanya 800 meter hingga satu kilometer," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Jumat.

Menurutnya, jika memang jarak pandang tidak memadai, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan mulai dari menunda penerbangan, mengalihkan pendaratan hingga pembatalan. Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman menyatakan jarak pandang di Kota Padang hanya mencapai dua sampai empat kilometer akibat kabut asap.

"Mengingat kualitas udara yang semakin memburuk, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker apabila berada di luar ruangan untuk menghindari infeksi saluran pernafasan," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha.

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah titik api yang terpantau BMKG di seluruh Sumatera sebanyak 764 dengan tingkat kepercayaan yang tinggi 81 sampai 100 persen. "Untuk wilayah Sumbar sendiri terdapat dua titik api yakni di Solok dan Dharmasraya," kata dia.

Yudha mengatakan, arah angin cenderung dari tenggara ke barat laut dan penyebaran asap cenderung ke barat laut. BMKG memperkirakan peluang turunnya hujan di wilayah Sumbar kecil.

"Beberapa wilayah di Sumbar diperkirakan hanya berpotensi hujan ringan selama tiga hari ke depan yakni di Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Agam, dan beberapa daerah lainnya," ujar dia.

Selain itu, juga terdapat potensi kebakaran hutan hingga tiga hari ke depan yang perlu diwaspadai terjadi di Pasaman, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sawahlunto, dan Solok Selatan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA