Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Diminta Teliti Baca Situasi

Ahad 15 Sep 2019 15:23 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Suasana Bandara Syamsudin Noor di selimuti kabut asap pekat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9/2019).

Suasana Bandara Syamsudin Noor di selimuti kabut asap pekat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/9/2019).

Foto: Antara/Bayu Pratama
Kaat ini kondisi terparah yang paling berdampak kepada penerbangan berada di Sampit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa penerbangan di sejumlah bandara muli terganggu akibat kabut asap. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta setiap bandara teliti dalam membaca situasi untuk menentukan keamaan pesawat saat terbang dan mendarat. 

"Kami minta Airnav Indonesia dan operator bandara hati-hati baca situasi dean memberikan rekomendasi yang sesuai," kata Budi di Jakarta Convention Center (JCC), Ahad (15/9). 

Baca Juga

Budi menjelaskan saat ini kondisi terparah yang paling berdampak kepada penerbangan berada di Sampit, Kalimantan Tengah dan Pontianak, Kalimantan Barat. Untuk itu, rekomendasi untuk penerbangan menurutnya akan tergantung kondisi di setiap waktu. 

"Artinya apada fisibilitas tertentu ada pesawat dilarang terbang. Seperti di Sampit ada keterlambatan, Pekanbaru juga ada tapi pagi tadi saja," tutur Budi. 

Meskipun begitu, Budi memastikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak sampai melarang penerbangan akibat tebalnya kabut asap. Seperti di Pekanbaru yang menurutnya sempat terganggu namun saat ini sudah membaik. 

Budi menegaskan pada dasarnya Kemenhub akan berkoordinasi dengan setiap operator bandara untuk memberika informasi dari waktu ke waktu. Dengan begitu secara umum Kemenhub tidak akan meminta untuk membatalkan penerbangan, sekalipun Sampit terganggu namun masih ada penerbangan meskipun mengalami keterlambatan.  

"Yang penting monitoring, silakan para maskapai koordinasi sama Airnav di sana bagaimana regulasinya," tutur Budi. 

Sebelumnya, sebanyak 15 penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, terganggu akibat kabut asap yang semakin tebal. Saat ini, jarak pandang diketahui hanya 450-500 meter.

"Hingga saat ini 15 penerbangan terganggu. Terbaru jarak pandang naik turun di kisaran 450 meter - 550 meter. Sedangkan minimal jarak pandang harus 1.000 meter," ujar OIC Bandara Internasional Supadio Pontianak Didi di Pontianak, Ahad.

Didi menyebutkan dari 15 penerbangan, delapan penerbangan dengan status tertunda keberangkatannya dan dua penerbangan dibatalkan. Sementara, empat penerbangan untuk kedatangan harus lakukan pengalihan ke bandara terdekat, dan satu penerbangan kedatangan harus kembali ke bandara asal.

"Saat ini baru dua yang batal dan sisanya status tertunda masih menunggu kondisi cuaca. Pengalihan penerbangan tentu menuju bandara terdekat meskipun tentu sempat berputar-putar di sini," kata Didi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA