Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

37 Penerbangan Dibatalkan di Bandara Supadio Pontianak

Senin 16 Sep 2019 08:10 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/9/2019).

Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/9/2019).

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Jarak pandang berada di bawah batas aman penerbangan.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Sebanyak 37 penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Ahad (15/9), mengalami pembatalan akibat kabut asap. Jarak pandang diketahui di bawah batas aman penerbangan.

"Mulai dari pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB ada 37 penerbangan yang harus batal baik datang dan berangkat akibat kabut asap," ujar Plt Kadiv Operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak, Andry Felanie di Kubu Raya, Ahad (15/9).

Ia merincikan untuk keberangkatan terdapat 19 yang dibatalkan. Sedangkan 18 penerbangan kedatangan batal. "Sementara untuk yang tertunda akibat kabut asap total ada 13 penerbangan yang terdiri enam keberangkatan dan tujuh kedatangan," jelas dia.

Sementara, kata dia, pada penerbangan awal di bawah pukul 08.00 WIB ada 10 penerbangan yang bisa dilakukan di Bandara Internasional Supadio Pontianak. "Ada tujuh penerbangan yang datang dan hanya tiga keberangkatan dari bandara," kata dia.

Ia menjelaskan mulai di atas pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB jarak pandang di Bandara Internasional Supadio Pontianak hanya di kisaran 450 meter - 650 meter. "Untuk batas aman penerbangan sendiri minimal 1.000 meter," kata dia.

Ia menyebutkan mulai pukul 16.00 WIB jarak pandang di bandara mulai stabil berada di angka 2.300 meter. "Dengan jarak pandang yang mulai normal aktivitas penerbangan segera kembali pulih. Semoga kondisi ini terus baik sehingga tidak berdampak pada mobilitas orang dan barang melalui bandara ini," papar dia.

Ia berharap semua pihak untuk bersama mencegah kebakaran lahan dan hutan karena sangat fatal terhadap aktivitas masyarakat termasuk di bandara. "Kita telah merasakan bersama dampak asap. Kita berharap semua peduli. Semoga juga dalam waktu dekat hujan turun sehingga sumber api padam," kata dia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA