Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Gubernur Larang Bupati/Wali Kota Tinggalkan Sumsel

Senin 16 Sep 2019 13:54 WIB

Red: Muhammad Hafil

Sejumlah siswa menaiki kapal motor menembus kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sungai Ogan, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/9/2019).

Sejumlah siswa menaiki kapal motor menembus kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sungai Ogan, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/9/2019).

Foto: Antara/Mushaful Imam
Titik panas masih banyak terdapat di wilayah Sumsel.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru minta bupati dan wali kota di provinsi itu tidak meninggalkan daerah.Ini dilakukan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Bila tidak terlalu penting jangan meninggalkan daerah karena sekarang ini masih banyak titik panas," kata HermanDeru di Palembang, Senin (16/9).

Ia menyebutkan saat ini merupakan musim kemarau di mana lahan dan hutan rawan terbakar sehingga perlu terus dipantau dan dicegah sedini mungkin terjadinya karhutla.
Herman juga meminta bupati dan wali kota mendata secara detail titik panas dan titik api bila ada dan harus dilakukan secara rutin.

Kesemuanya itu dilakukan agar bila ada titik api maka cepat dipadamkan sehingga kebakaran hutan dan lahan tidak terulang kembali. Memang, lanjut dia, masalah titik panas kadang-kadang ada perbedaan dan hal itu dimungkinkan peninjauan di lapangan dilakukan waktu yang berbeda-beda.

Ketika ditanya mengenai anggaran dalam mengantisipasi karhutla, dia mengatakan memang ada anggaran darurat dan pengeluarannya harus ada usulan.
Memang, itu belum ada usulan karena anggaran yang dikucurkan seperti untuk peralatan sudah dilakukan.

Dengan adanya upaya secara maksimal itu diharapkan kebakaran huitan dan lahan tidak terjadi di provinsi yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota tersebut.

"Namun semuanya itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan karhutla," tambah Herman.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA