Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Kota Bandung Ajukan Bantuan Pembangunan Wetland Baru ke KLHK

Senin 16 Sep 2019 15:59 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Gita Amanda

Kendaraan menerjang banjir di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/5/2019).

Kendaraan menerjang banjir di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/5/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Program wetland sebagai upaya mengantisipasi banjir di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membangun kolam air (wetland) di Cisurupan sebagai upaya mengantisipasi banjir. Program ini tengah digalakan untuk dibuat di daerah lain. Pemkot Bandung pun mengajukan bantuan pembangunan wetland ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan proyek Wetland Cisurupan diapresiasi oleh pemerintah pusat. KLHK menilai program tersebut sangat bagus sebagai upaya mengatasi banjir tapi tetap melestarikan lingkungan.

“Mereka (KLHK) tertarik dengan pola wetland ini. Makanya kita diminta masukin proposal untuk mendapatkan bantuan,” kata Didi saat dihubungi, Senin (16/9).

Didi menuturkan pihaknya memang sedang menginventarisir lokasi lain untuk dibangun wetland. Pembangunan dengan kolam-kolam penampung air ini dibangun dengan meminimalisir betonisasi sehingga dikonsepkan secara alami menampung air saat hujan turun di wilayah hulu.

Ia menyebutkan DPU Kota Bandung mengajukan dua lokasi yang diharapkan mendapat bantuan dari KHLK. Dua lokasi tersebut adalah di Sub DAS Citalaga Pasir di Kelurahan Isola dan Sub DAS Cikiley di Kelurahan Karangpamulang. Menurutnya dua lokasi tersebut bisa difungsikan sebagai wetland.

Sebagai area hulu yang dilalui aliran sungai, perlu ada daerah resapan air melalui konsep wetland sehingga limpahan air hujan yang biasanya mengalir deras bisa ditahan. “Bila program pembuatan wetland oleh KLHK jadi, Kota Bandung katanya memang akan jadi prioritas, dengan catatan harus ada peran aktif dari komunitas,” ujarnya.

Ia mengaku belum mengetahui kapan rencana pembangunan wetland baru jika mendapat bantuan. Namun, jika bantuan diberikan kemungkinan tercepat pembangunan bisa dimulai pada tahun depan. Ia berharap semakin banyaknya wetland dibangun terutama di hulu sungai maka limpahan air hujan yang kerap membuat banjir bandang bisa diantisipasi.

“Jangan ada anggapan dengan ini banjir selesai, ini baru satu sungai, jadi kita akan cari lagi lahan Pemkot yang berdekatan dengan sungai. Kedua kita garap juga pembuatan drum pori juga,” tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA