Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Ketua KPK Tantang Penyerang Isu Polisi Taliban

Senin 16 Sep 2019 16:10 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andri Saubani

Ketua KPK - Agus Rahardjo

Ketua KPK - Agus Rahardjo

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Agus menilai isu polisi taliban sebagai upaya mendiskreditkan KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo melihat isu 'polisi taliban' di KPK sebagai upaya untuk mendiskreditkan lembaganya. Untuk membuktikannya, ia mengundang pihak-pihak yang hendak melakukan penelitian tentang hal tersebut di KPK.

"Kami mengharapkan orang melakukan penelitian mengenai KPK. Sama sekali sebenarnya isu itu tujuannya adalah untuk mendiskreditkan KPK. Jadi, saya silakan kalau mau melakukan penelitian," ujar Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9).

Ia mengatakan, orang-orang yang sudah lama bekerja dengan KPK pasti mengetahui seperti apa dalamnya KPK. Menurut Agus, tidak ada 'polisi taliban' di lembaga antirasuah tersebut.

Agus juga memberikan salah satu bukti lain. Ia menuturkan, di dalam surat pengunduran diri rekannya sesama komisoner KPK, Saut Situmorang, tersampaikan, setiap Jumat di gedung KPK ada kebaktian. Itu dihadiri oleh umat Kristiani yang bekerja di sana.

"Itu hari Jumat ada yang Jumatan di sini, kemudian ada juga di lantai tiga kebaktian. Jadi di mana talibannya? kalau kamu lihat surat Pak Saut apa itu cermin taliban? Sama sekali jauh," kata dia.

Sebelum ini, KPK juga sempat diterpa isu serupa pada pertengahan 2019. Ketika itu, mantan wakil ketua Komisioner KPK Bibit Samad Rianto memberikan tanggapan. Menurutnya, isu tersebut mesti dibuktikan secara hukum, sehingga tidak menimbulkan tuduhan.

Bibit menyampaikan, isu terpaparnya capim KPK dengan paham radikal sebaiknya dijelaskan secara gamblang. Ia mencontohkan, penyidik senior KPK Novel Baswedan pernah diterpa isu radikal.

"Nebak-nebak juga ada faktanya enggak? Nebak-nebak hubungkan antara fakta satu dengan fakta lain saja? Lalu dikait-kaitkan dengan Novel, apa iya Novel radikal? Harus banyak dibuktikan," katanya pada Republika.co.id saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/7).

Ia merasa miris dengan tuduhan pada pegawai KPK ada yang terlibat organisasi radikal. Ia khawatir tuduhan itu hanya malah memperburuk stigma KPK.

Baca Juga

"Apa benar itu ada anggota taliban segala macem (di KPK)? Apa benar yang berjenggot itu taliban?" ujar dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA