Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Volume Kendaraan Turun 25 Persen

Selasa 17 Sep 2019 08:56 WIB

Rep: Amri Amrullah/Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan

Petugas kepolisian mengamankan kendaraan roda empat di kawasan perluasan ganjil genap Jalan Majapahit, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Petugas kepolisian mengamankan kendaraan roda empat di kawasan perluasan ganjil genap Jalan Majapahit, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Foto: Thoudy Badai
Selama sepekan, terjadi pelanggaran sebanyak 8.014 kendaraan roda empat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sepekan implementasi perluasan ganjil genap yang dibarengi dengan penindakan bagi pelanggar, tercatat ada pengurangan volume lalu lintas (lalin) cukup signifikan di 25 ruas jalan ganjil genap.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, untuk evaluasi ganjil genap selama seminggu ini, untuk kinerja lalu lintas menunjukkan capaian yang cukup baik. Salah satunya adalah angka volume lalu lintas yang turun cukup signifikan.

"Hasil evaluasi penerapan kebijakan Ganjil Genap pada seminggu tersebut, di antaranya soal volume kendaraan yang turun signifikan. Rata-rata volume lalu lintas turun sebesar 25,24 persen," kata Syafrin kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/9).

Syafrin menjelaskan, dari sejak awal sosialisasi ganjil genap pada Agustus lalu hingga seminggu implementasi setidaknya sudah ada 192 trayek angkutan umum yang dioperasikan pada ruas ganjil genap. Sehingga, jumlah perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum pun meningkat sangat signifikan.

Ia mencatat, setidaknya jumlah penumpang Transjakarta pada koridor ganjil genap mengalami kenaikan sebesar 16,46 persen. Di mana saat ini sedikitnya tercatat dari 475.442 orang penumpang per hari menjadi 569.086 penumpang per hari, khusus di koridor ganjil genap.

Dengan demikian, sepekan implementasi ganjil genap yang diikuti penindakan, ada peningkatan signifikan untuk pengguna transjakarta di koridor ganjil genap. Kemudian, untuk kinerja lalu lintas, Syafrin menyebut, selain volume lalu lintas yang menurun signifikan yang ia sebutkan tadi, kecepatan rata-rata pada 25 ruas koridor ganjil genap mengalami peningkatan.

Sebelumnya, kecepatan rata-rata di koridor ini sebelum ganjil genap 25,65 kilometer per jam menjadi 28,16 kilometer per jam setelah penerapan ganjil genap, atau ada peningkatan sebesar 8,93 persen.

"Waktu perjalanan rata-rata pada koridor ganjil genap menjadi lebih cepat dari semula 16,92 menit menjadi 14,91 menit atau lebih efisien 11.88 persen," kata dia menjelaskan.

Untuk hasil penindakan pelanggar 25 ruas koridor ganjil genap, Syafrin mengungkapkan, hasil rekapan penindakan pelanggar kawasan ganjil genap memang masig cukup tinggi. Dari rekap tilang pelanggaran lalu lintas Polda Metro Jaya di kawasan ganjil genap mulai Senin (9/9) lalu hingga Senin (16/9) ini rata-rata terdapat seribuan lebih pelanggar ganjil genap.

Terkait kualitas udara, Syafrin menambahkan, sebenarnya untuk pengukuran ada dua, pertama aspek kinerja trafik serta emisi masing-masing kendaraan dan kedua, kualitas udara. Kalau kinerja trafik, termasuk soal emisi itu saat ini sudah diupayakan memperbanyak tempat dan alat uji emisi.

Sedangkan, uji kualitas udara, lanjut Syafrin, ada kewenangan pada Dinas Lingkungan Hidup. Untuk sementara, alat pengukuran yang dipasang ada di dua tempat, Bundaran HI dan Kelapa Gading. Dari pemantauan yang dilakukan ada penurunan konsentrasi Particulate Matter (PM) 2,5.

"Hasil pemantaun di Stasioner Bundaran rata-rata konsentrasi PM 2,5 mengalami penurunan sebesar 13,66 persen dan hasil pemantauan di stasioner Kelapa Gading rata-rata konsentrasi PM 2,5 mengalami penurunan sebesar 14,29 persen," ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, perluasan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan pelat ganjil dan genap yang diterapkan sejak Senin (9/9) lalu efektif mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan polusi udara di Jakarta. “Paling sederhana dilihat dalam data statistiknya. Statistiknya menunjukkan perubahan yang positif, detailnya Pak Dishub,” kata Anies.

Menurut Anies, semenjak perluasan ganjil genap diterapkan, jumlah masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum meningkat. Secara total Anies menyebut, jumlah penumpang transportasi umum meningkat sampai satu juta kemarin.

"Itu artinya masyarakat kita memang berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Kita ingin ini bertahan terus, kalau itu bisa bertahan terus, maka insya Allah kondisi kemacetan di Jakarta akan menurun," kata Anies.

Sementara itu, terkait dengan polusi udara, banyak faktor yang memengaruhi sehingga ia tak bisa menjamin kualitas polusi udara DKI Jakarta akan membaik. Sebab, ia melihat polusi udara itu faktornya banyak.

"Bahkan, di pagi hari (dini hari) tidak ada lalu lintas pun polusi udara bisa tinggi, padahal harusnya kosong," jelas Anies. Karena itu, dalam mengukur dan menilai kualitas polusi udara, termasuk di Jakarta juga, tak bisa dalam satu waktu saja.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 8.014 kendaraan roda empat masih melanggar aturan tersebut. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir memaparkan pada Senin (9/9) terjadi 1.904 pelanggaran, pada Selasa (10/9) terjadi 1.848 pelanggaran, pada Rabu (11/9) terjadi 2.026 pelanggaran, pada Kamis (12/9) terjadi 1.204 pelanggaran dan pada Jumat (13/9) terjadi 1.119 pelanggaran.

Ia menilai, perluasan ganjil-genap cukup efektif mengurai kemacetan dan ketertiban di jalan. Meski belum melakukan survei secara ilmiah, kata dia, secara kasat mata pelaksanaan kebijakan itu mampu meningkatkan laju kendaraan.

"Untuk secara ilmiah belum dilakukan survei, tapi secara kasat mata cukup signifikan laju percepatan kendaraan," kata Nasir.

Ia pun berharap, jumlah pelanggaran akan terus menurun tiap harinya. Ia mengimbau para pengendara agar mengikuti kebijakan perluasan kebijakan ganjil-genap yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Nasir menyebut, pengendara bisa menghindari jalur ganjil-genap dengan mencari jalur alternatif atau bahkan beralih menggunakan transportasi umum.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA