Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Asap Karhutla Sampai Malaysia, 500 Sekolah Diliburkan

Selasa 17 Sep 2019 06:29 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu

Asap semakin menutupi beberapa kota di Malaysia

Suasana kawasan Gombak yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/9/2019).

Foto:
Sekolah diliburkan karena kualita udara di Malaysia tergolong tidak sehat.

Perusahaan perkebunan Kuala Lumpur Kepong Bhd (KLK) mengakui ada kebakaran hutan di salah satu perkebunannya di Riau. Ada 2,8 hektare lahan perkebunan terbakar yang dikelola anak perusahaan, PT Adei Plantation and Industry.

"Titik panas muncul selama musim kemarau akut yang parah. Hanya terjadi hujan dua kalil dalam 60 hari terakhir," kata KLK dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari the Star, Senin (16/9).

KLK mengklaim kebakaran lahan berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh 120 personel pemadam kebakaran milik perusahaan. Pemadaman dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa 11 ekskavator dan air pemadam kebakaran portabel.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar mengatakan, sebidang tanah milik PT Adei di Kabupaten Pelalawan, Riau, ditutup pada Rabu (11/9). Ia mengungkapkan, timnya juga sedang mengumpulkan data perusahaan Malaysia dan Singapura lainnya yang lahannya terbakar.

Ini bukan pertama kalinya PT Adei mengalami masalah dengan pihak berwenang atas kebakaran hutan. Pada 2014, PT Adei didenda Rp 1,5 miliar. Sementara itu, manajer umum perusahaan tersebut, seorang warga Malaysia, dijatuhi hukuman penjara satu tahun karena menyebabkan kebakaran hutan di Indonesia yang membuat kabut asap hebat di Malaysia dan Singapura. Ia didenda Rp 2 miliar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA