Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

PBNU Turunkan Tim Relawan NU Peduli Tanggulangi Karhutla

Selasa 17 Sep 2019 10:28 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019).

Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019).

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Karhutla menjadi bagian perusak lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menurunkan tim relawan NU Peduli untuk membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Tim relawan diterjunkan untuk membantu melakukan pemadaman dan pembagian masker kepada masyarakat.

“NU Peduli juga akan mendirikan pelayanan kesehatantermasuk safe house di beberapa titik daerah terdampak Karhutla,” kata Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (17/9).

Helmy mengatakan, PBNU juga telah menginstruksikan kepada pengurus dan warga NU untuk melaksanakan shalat Istisqo’ memohon pertolongan kepada Allah agar segera diturunkan hujan. Dengan demikian, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan diharapkan bisa segera berakhir.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun solidaritas dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, Riau, dan juga Kalimantan.

“Kita harus berkomitmen untuk menyatukan pemahaman bahwa kebakaran hutan yang terjadi adalah bagian dari perusakan lingkungan dan tidak boleh terjadi lagi di Indonesia,” ujar Kiai Said.

Karena itu, Kiai Said juga mengajak kepada masyarakat untuk menggencarkan penanaman tanaman dan pohon, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga dan bisa mendapatkan udara yang bersih dan sehat. “PBNU mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggalakkan penanaman tanaman dan pohon dimulai dari sekitar rumah, lingkungan sekitar dan menghindari kegiatan yang menyebabkan polusi udara” ucapnya.

Dalam mencermati kebakaran hutan, Kiai Said juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan penegakan hukum, serta mengusut tuntas akar penyebab serta aktor di balik kebakaran hutan yang terjadi. Menurut dia, perusahaan swasta yang memiliki lahan di lokasi Karhutla juga harus bertanggungjawab untuk menanggulangi bencana tersebut.

“Pemerintah harus segera membangun ruang-ruang aman atau save house dan juga memperbanyak layanan kesehatan di daerah terdampak asap,” jelasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA