Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Jokowi Minta Masyarakat tak Lagi Bakar Hutan

Selasa 17 Sep 2019 13:11 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Jokowi melaksanakan shalat Istisqa di Masjid Amrullah Kompleks Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9).

Presiden Jokowi melaksanakan shalat Istisqa di Masjid Amrullah Kompleks Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9).

Foto: dok. Biro Pers Istana
Ia menyampaikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh masyarakat agar tak lagi melakukan pembakaran hutan dan lahan. Karhutla yang terjadi baik di Kalimantan dan juga Sumatera ini bahkan menyebabkan aktivitas dan kesehatan masyarakat terganggu.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, seluruh rakyat untuk tidak bakar lahan, baik hutan maupun gambut,” ujar Jokowi saat kunjungan kerja di Pekanbaru, Selasa (17/9).

Ia menyampaikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemadaman. Seperti penyemprotan di lokasi munculnya titik api hingga penambahan pasukan ke lokasi karhutla untuk membantu memadamkan api. Sebanyak 5.600 pasukan pun sudah dikerahkan.

Sebelum meninjau dua lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Presiden Jokowi juga telah melaksanakan salat Istisqa. 

“Doa juga sudah kita panjatkan, ritualnya sudah kita lakukan. Tadi salat istisqa, tadi malam juga, tadi juga shalat istisqa,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan hujan buatan dan juga water bombing dengan mengerahkan 52 pesawat. Sebelumnya, hujan buatan juga telah dilakukan di Indragiri Hilir sehingga daerah tersebut sudah mulai turun hujan.

“Ini sekarang kita lakukan lagi menabur garam. Moga-moga, karena awannya ada, kita berdoa semoga nanti jadi hujan, Insyaallah hari ini,” kata dia.

Kendati demikian, ia menyayangkan kurangnya tindakan pencegahan dari aparat daerah setempat saat titik hotspot ditemukan. Menurutnya, upaya pencegahan merupakan upaya terpenting yang harus dilakukan sebelum munculnya titik api.

“Tetapi memang yang paling benar pencegahan sebelum kejadian, ini api satu langsung padamkan. Yang bener. Tapi ini sudah, karena kita berhadapan dengan hutan yang luas, lahan gambut yang luas, kalau apinya sudah banyak memang tidak mudah,” jelas Jokowi.

Presiden juga menegaskan telah menginstruksikan aparat penegak hukum agar menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA