Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

E-Sport akan Dipertandingkan di Pomnas 2019

Jumat 13 Sep 2019 14:44 WIB

Red: Nora Azizah

Seorang anggota komunitas digital bermain games usai pembukaan Esports Center di The Breeze Serpong, Tangerang

Seorang anggota komunitas digital bermain games usai pembukaan Esports Center di The Breeze Serpong, Tangerang

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Masuknya e-sport di dalam Pomnas ditujukan sebagai pengenalan cabang olahraga baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Olahraga elektronik atau e-sport disebut akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI yang akan berlangsung 19 hingga 26 September 2019 di Jakarta. Ini menjadi pertama kalinya e-sport masuk dalam ajang tersebut.

"Olahraga elektronik menjadi salah satu olahraga yang ada di pertandingan eksibisi dalam POMNAS nanti," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)Mohamad Nasir dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/9).

Pemasukan e-sport dalam pertandingan POMNAS, menurut dia, lebih ditujukan untuk mengenalkan ke publik permainan kompetitif yang berpeluang menjadi bagian dari cabang olahraga tersebut. POMNAS XVI Jakarta akan diikuti oleh mahasiswa dari 33 provinsi, melibatkan 3.404 atlet dan 1.337 ofisial.

"Hanya Sulawesi Barat yang tidak mengirimkan timnya pada POMNAS XVI ini, karena mahasiswanya belum mencukupi untuk mengikuti kompetisi," kata Nasir.

Dalam ajang itu, para atlet akan memperebutkan total 713 medali dari 18 cabang olahraga di 18 arena pertandingan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah POMNASXVI, yang antara lain mempertandingkan olahraga bola tangan, angkat besi, dan kriket.

Atlet-atlet yang berprestasi di POMNAS, Nasirmengatakan, bisa memperkuat tim olahraga daerah dan nasional. Menristekdikti juga mengatakan bahwa dia sudah meminta para rektor perguruan tinggi memberikan kelonggaran bagi mahasiswa yang bertanding diPOMNAS.

Selain itu, dia mengemukakan, keinginan agar kampus menyelenggarakan program studi olahraga. "Kami minta kampus itu ada satu kelas isinya para atlet, dan hasilnya bukan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), melainkan medali," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA