Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pemkot Surabaya Siapkan Layanan Kedokteran Nuklir

Rabu 18 Sep 2019 00:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Foto: dok. Republika
Para pasien penderita penyakit kanker selama ini menunggu antrean untuk radioterapi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan inovasi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandhi dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Risma mengungkapkan, ada dua pelayanan yang akan digarap Pemkot Surabaya, yakni Radioterapi di RSUD dr Soewandhi, dan Kedokteran Nuklir di RSUD BDH.

Risma pun meminta dukungan penuh dari pihak-pihak terkait untuk mewujudkan dua pelayanan itu. “Saya berharap para dokter untuk membantu pelayanan itu. Terus terang saya kasihan para pasien penyakit kanker yang menunggu antrran untuk radioterapi terlalu lama,” kata Risma di Surabaya, Selasa (17/9).

Risma menjelaskan, para pasien penderita penyakit kanker selama ini menunggu antrean untuk radioterapi kurang lebih minimal 4-6  bulan. Sebelum itu, mereka hanya menjalani rawat jalan dan terapi pada umumnya. Alasan itu lah yangg menggerakkan Pemkot Surabaya untuk menciptakan inovasi pelayanan radioterapi.

Mengingat, lanjut Risma, jumlah rumah sakit di Surabaya yang menyediakan pelayanan tersebut jumlahnya masih sedikit. “Nantinya ini akan sangat membantu para pasien, kalau perlu ruangannya didesain berbeda agar tidak seperti di rumah sakit. Mari kita bantu mereka bersama-sama,” kata Risma.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menyampaikan, pembaharuan pelayanan ini akan secepatnya direalisasikan. Meskipun sebelumnya radioterapi dan kedokteran nuklir sudah pernah diterapkan di RSU dr Soetomo. Namun, seiring berjalannya waktu pelayanan itu sudah tidak ada.

“Ada beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), Adi Husada, yang menerapkan sistem pelayanan radioterapi. Tetapi untuk kedokteran nuklir hanya ada di empat kota besar di Indonesia saja,” kata dia.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Hendrig Winarto mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh dua program yang disusun Pemkot Surabaya itu. “Sebenarnya nuklir itu kan banyak manfaatnya, bisa digunakan energi bauran, termasuk kedokteran nuklir,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA