Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Taiwan Akui Pentingnya Wisatawan Muslim Asal Indonesia

Rabu 18 Sep 2019 00:42 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Deputi Executive Director of Taiwan Eksternal Trade Development Council, Karen Pai (kedua kanan) memberikan keterangan terkait gelaran Taiwan Expo 2019. Kegiatan ini akan digelar di Grand City Convex Surabaya pada 26-29 September 2019.

Deputi Executive Director of Taiwan Eksternal Trade Development Council, Karen Pai (kedua kanan) memberikan keterangan terkait gelaran Taiwan Expo 2019. Kegiatan ini akan digelar di Grand City Convex Surabaya pada 26-29 September 2019.

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Pemerintah Taiwan terus memperbaiki fasilitas yang menunjang wisatawan Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Deputi Executive Director of Taiwan Eksternal Trade Development Council, Karen Pai mengakui, negaranya menganggap, wisatawan Muslim asal Indonesia sebagai bagian penting. Maka dari itu, pemerintah Taiwan terus memperbaiki fasilitas yang menunjang wisatawan Muslim seperti memperbanyak mushola di tempat-tempat umum.

"Taiwan menganggap penting wisatawan muslim asal Indonesia. Makanya disediakan banyak mushola di tempat umum seperti stasiun, air port, dan sebagainya," ujar Karen Pai di Surabaya, Selasa (17/9).

Pemerintah Taiwan juga terus menambah jumlah tempat-tempat umum yang berlabel halal. Karen Pai mengaku, saat ini ada sekitar 217 tempat umum yang tersertifikasi halal. Di antaranya, restauran sebanyak 85 unit, hotel 89 unit, wisata perkebunan 10 tempat, home stay 29 unit, dan halal kitchen 4 unit.

Karen Pai mengungkapkan, pada 2018 ada sekitar 8.000 wisatawan asal Indonesi yang berkunjung ke Taiwan. Dimana sebagian besarnya merupakan Muslim. Dia pun meyakini, tahun ini wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Taiwan akan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

"Kalau jumlah pastinya saya belum tau. Tapi tahun ini yakin lebih banyak wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Taiwan," ujar Karen Pai.

Karen Pai mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asal Indonesia adalah dengan menggelar Taiwan Expo 2019. Kegiatan ini akan digelar di Grand City Convex Surabaya pada 26-29 September 2019.

Guna melakukan pendekatan terhadap pangsa pasar halal di Indonesia, ada banyak produsen yeng tersertifikasi halal, yang akan tampil di avara tersebut. Seperti industri makanan dan minuman, kosmetik, suplemen dan sebagainya. Ada sekitar 11 perusahaan yang mengantongi sertifikat halal yang akan ditampilkan.

Pada acara tersebut juga akan dipamerkan berbagai teknologi pintar asal Taiwan. Pusat Antariksa Nasional Taiwan dan Asosiasi Pengembangan Industri Antariksa Taiwan akan berpartisipasi untuk pertama kalinya di Taiwan Expo. Mereka akan memamerkan wujud gambar dari satelit.

"Ada enam industri utama yaitu teknologi pintar, pendidikan budaya dan pariwisata, perawatan kesehatan, makanan halal Taiwan, teknologi pertanian, dan gaya hidup Taiwan," kata Karen Pai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA