Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Kerugian Kebakaran Hutan Gunung Slamet Mencapai Rp 107 Juta

Selasa 17 Sep 2019 17:19 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andi Nur Aminah

Kobaran api yang membakar hutan pinus di lereng bagian timur Gunung Slamet pada petak 58a, terlihat dari Desa Serang, Karang Reja, Purbalingga, Jateng, Kamis (12/9/2019).

Kobaran api yang membakar hutan pinus di lereng bagian timur Gunung Slamet pada petak 58a, terlihat dari Desa Serang, Karang Reja, Purbalingga, Jateng, Kamis (12/9/2019).

Foto: Antara/Idhad Zakaria
Luas lahan kawasan hutan yang terbakar, seluruhnya mencapai sekitar 14,5 hektar.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Musibah kebakaran yang terjadi di areal hutan lindung di lereng timur Gunung Slamet, tercatat cukup besar. Juru Bicara Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito, menyebutkan nilai kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 107 juta. "Angka itu dihitung berdasarkan nilai anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan penghijauan kembali hutan yang terbakar," jelasnya, Selasa (17/9).

Baca Juga

Dia menjelaskan, dari hasil assesment yang dilakukan pihaknya, luas lahan kawasan hutan yang terbakar, seluruhnya mencapai sekitar 14,5 hektar. Kawasan hutan tersebut, merupakan kawasan hutan lindung yang seluruhnya ditanami pohon pinus.

"Meski ditanami pohon pinus, namun status kawasan hutan yang terbakar memang merupakan hutan lindung. Bukan hutan tanaman industri. Karena itu, pohon pinus yang ditanam di kawasan itu sejak tahun 1997 silan tersebut, memang bukan untuk ditebang dan diambil kayunya," katanya.

Untuk itu, kerugian yang dihitung didasarkan nilai uang yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan penghijauan kembali. Mengenai kapan lahan yang terbakar tersebut akan ditanami kembali, Sugito menyatakan kemungkinan akan dilakukan pada anggaran tahun 2020.

Terkait musibah kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut pada pekan lalu, Sugito memastikan api telah berhasil dipadamkan seluruhnya. Namun mengingat kondisi kemarau yang kering, pihaknya masih meminta tim gabungan yang terlibat dalam upaya pemadaman pekan lalu, untuk terus melakukan pemantauan.

Seperti yang terjadi pada Senin (12/9) lalu, titik api diketahui sempat terlihat lagi di wilayah hutan yang masuk wilayah Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Adanya titik api itu diketahui oleh tim SAR Dusun Bambangan pada pukul 12.30 WIB.

Dari informasi tersebut, pihak Perhutani dan tim terkait langsung berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. "Sekitar pukul 18.00 WIB, api yang sempat muncul di wilayah itu telah berhasil dipadamkan sepenuhnya," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA